Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Survei: 82 Persen Publik Ingin Pemilu Tidak Diundur 2027, Tetap Digelar 2024

Survei: 82 Persen Publik Ingin Pemilu Tidak Diundur 2027, Tetap Digelar 2024 Surat suara Pilkada Depok. ©2020 Merdeka.com/Arie Basuki

Merdeka.com - Survei Mujani Research and Consulting (SMRC) menunjukkan bahwa mayoritas warga tidak ingin pemilu diundur pada tahun 2027. Mereka tetap ingin pesta demokrasi 5 tahunan digelar pada 2024.

Direktur Eksekutif SMRC Sirojudin Abbas mengatakan, 82 persen warga menjawab walaupun pandemi Covid-19 belum menentu akan berakhir dalam waktu dekat, pemilu mendatang harus terus dilaksanakan seusai dengan UU. Serta menjadi tanggung jawab hasil pemilu 2024 untuk menanggulangi pandemi Covid-19 bila belum berakhir.

"Mayoritas warga 82 persen berpendapat bahwa pemilihan umum mendatang harus tetap dilaksanakan pada 2024 walaupun pandemi Covid-19 belum menentu akan berakhir dalam waktu dekat," katanya dalam survei SMRC bertajuk 'Update Opini Publik Tentang Amandemen UUD 1945' secara virtual, Jumat (15/10).

Sedangkan, 13 persen warga memilih pemilu diundur 2027 karena keadaan pandemi Covid-19 yang belum menentu akan berakhir dalam waktu cepat pemilu 2024 harus diundur menjadi tahun 2027. Presiden anggota DPR, DPD, DPRD dan kepala daerah yang menjabat akan diperpanjang masa jabatannya sampai 2027 tanpa pemilu

"Tidak tahu dan tidak menjawab 4 persen," ungkap Sirojudin.

Survei tersebut dilakukan pada 15 - 21 September 2021. Populasi survei adalah seluruh warga negara Indonesia berusia 17 tahun atau lebih.

Dari populasi itu dipilih secara random (multistage random sampling) 1220 responden. Responden yang dapat diwawancara secara valid sebesar 981 atau 80 persen. Margin of error survei ini dengan ukuran sampel tersebut sebesar +-3,19 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.

(mdk/ray)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP