LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Survei Indikator: Mayoritas Masyarakat Setuju Vaksin Booster

Lembaga Survei Indikator Politik Indonesia mencatat terdapat 50,7% responden setuju ada kebijakan vaksin booster. Walaupun menurut Peneliti Senior Indikator Politik Indonesia, Rizka Halida pada penelitian Desember 2021 banyak responden yang menolak.

2022-02-20 17:28:00
Vaksin Booster
Advertisement

Pemerintah terus mengeluarkan kebijakan untuk menekan angka kasus Covid-19. Mulai dari penerapan protokol kesehatan, hingga memberikan vaksin booster untuk menekan angka kasus di tanah air.

Lembaga Survei Indikator Politik Indonesia mencatat terdapat 50,7% responden setuju ada kebijakan vaksin booster. Walaupun menurut Peneliti Senior Indikator Politik Indonesia, Rizka Halida pada penelitian Desember 2021 banyak responden yang menolak.

"Terdapat 50,7% responden setuju dengan adanya booster, sangat setuju 10,8%, sangat tidak setuju 6,4% dan 25,8% tidak setuju. Mayoritas setuju atau sangat setuju kebijakan pemberian vaksin ke 3 sebagai booster. Temuan sebelumnya sebaliknya, mayoritas tidak setuju," katanya dalam siaran virtual, Minggu (20/2).

Advertisement

Tetapi kata Rizka, persepsi warga terbelah sangat besar terkait pemberian vaksin untuk anak usia 3-12 tahun. Tercatat 42,4% responden setuju dengan adanya kebijakan itu. Walaupun pada Desember 2021 banyak yang menolak dengan aturan tersebut.

"Tercatat terdapat 42,4% responden yang setuju dengan pemberian vaksin untuk usia 3-12 tahun dan terdapat 34,6% tidak setuju dengan adanya pemberian vaksin itu," pungkasnya.

Untuk diketahui Indikator Politik Indonesia melakukan survei online pada 15 Januari - 17 Februari 2022. Target populasi survei ini adalah warga negara Indonesia yang berusia 17 tahun ke atas atau sudah menikah dan memiliki akses internet lewat smartphone, sekitar 69% dari total populasi nasional.

Advertisement

Dari populasi tersebut diperoleh sampel secara acak sebanyak 626 responden yang mengisi kuesioner secara online (computer assisted web interviewing). Dengan asumsi metode simple random sampling, ukuran sampel 626 responden memiliki toleransi kesalahan (margin of error--MoE) sekitar ±4.0% pada tingkat kepercayaan 95%. Proses survei online ini terdiri dari empat tahapan utama yakni random recruitment, pemberian kode akses yang unik, screening dan web interviewing.

Baca juga:
Bupati Bogor Nilai Jeda Waktu Menerima Vaksin Booster Terlalu Lama
Lansia Penerima Vaksin Booster di Tangsel Dihadiahi Minyak Goreng
Jokowi Minta Seluruh Daerah Konsentrasi Maksimalkan Vaksinasi Kedua dan Booster
Jokowi: 69 Persen Pasien Meninggal karena Omicron Lansia dan Belum Vaksinasi
Pemprov DKI Capai Satu Juta Dosis Vaksinasi Covid-19 Booster
Berkas Kasus Suntik Vaksin Kosong di Medan Dilimpahkan Polisi ke Kejati Sumut

(mdk/eko)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.