LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA
  2. REGIONAL

Super Flu Menyebar dari Bali ke Bandung, Ini Fakta Penyebarannya

Super Flu bukanlah virus yang baru muncul. Jenis influenza ini sudah dikenal dan ada selama beberapa dekade.

Rabu, 14 Jan 2026 13:40:00
bandung
Ilustrasi penderita Super Flu (© 2026 Liputan6.com)
Advertisement

Kasus Super Flu telah menyebar di berbagai wilayah. Penyakit ini tidak hanya menyerang orang dewasa, tetapi juga anak-anak dan remaja. Kementerian Kesehatan menegaskan bahwa Super Flu bukanlah virus yang baru muncul.

Penyakit ini merupakan jenis influenza yang sudah ada dan dikenal selama puluhan tahun. Dalam terminologi kesehatan, Super Flu dikenal sebagai Influenza A, dengan nama lain H3N2. Untuk mencegah penyebaran penyakit ini, masyarakat disarankan untuk menerapkan pola hidup bersih dan sehat, serta mematuhi protokol kesehatan, terutama saat mengalami gejala flu, seperti mengenakan masker saat berinteraksi dengan orang lain.

Selain itu, menjaga daya tahan tubuh sangat penting dengan mengonsumsi makanan bergizi, cukup istirahat, serta melakukan aktivitas fisik secara teratur dan terukur.

"Kalau kondisi badan kita sehat dan baik, makan cukup, tidur cukup, dan olahraga cukup, harusnya enggak ada masalah. Belum ada yang dilaporkan meninggal karena ini memang flu seperti yang biasa," ungkap Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin. Informasi ini dirangkum dari Liputan6.com, yang juga mencatat beberapa kasus penyebaran Super Flu di berbagai daerah.

Advertisement

Dua Kasus Positif Covid-19 Terdeteksi di Bali

Dinas Kesehatan (Dinkes) Bali telah mengidentifikasi dua kasus positif Super Flu, yaitu influenza A (H3N2) subclade K, yang dialami oleh pasien di Denpasar. Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Bali, I Gusti Ayu Raka Susanti, menjelaskan bahwa kedua pasien tersebut terdiagnosis pada bulan Oktober 2025 dan kini sudah dinyatakan sembuh.

"Kami sudah lakukan penyelidikan epidemiologi, sudah kami telepon bahwa pasiennya sudah sembuh dan sudah kembali beraktivitas seperti biasa," ungkapnya.

Advertisement

Dari informasi yang diperoleh, kedua pasien tersebut adalah laki-laki berusia antara 40 hingga 45 tahun dan tidak memiliki riwayat perjalanan ke luar negeri. Pada saat sakit, mereka dirawat di RSUD Wangaya, yang merupakan rumah sakit daerah dengan fasilitas penanganan influenza berat.

Dinkes Bali juga memastikan bahwa kedua pasien tersebut tidak memiliki hubungan keluarga, sehingga ketika hasil laboratorium nasional menunjukkan hasil positif, Dinkes Bali segera melakukan surveilans terhadap orang-orang di sekitar mereka.

"Kami juga sudah telusuri di sekitarnya itu tidak ada yang mengeluh keluhan yang sama influenza," kata Raka Susanti.

Saat dirawat di rumah sakit pada bulan Oktober 2025, kedua pasien datang dengan gejala influenza disertai sesak napas atau radang paru, sehingga mereka diberikan terapi yang sesuai dan ditempatkan di ruang isolasi.

Sepanjang tahun 2025, Dinkes Bali telah mengirimkan 126 sampel yang diduga terinfeksi influenza tipe A ke laboratorium rujukan nasional, dan hasilnya hanya dua yang positif. Ini menunjukkan bahwa meskipun ada kasus Super Flu, penyebarannya dapat dikendalikan dengan baik melalui langkah-langkah pencegahan yang tepat.

Pasien di Batam Alami Flu Berat Disertai Nyeri

Kasus dugaan infeksi Super Flu juga terdeteksi di Provinsi Kepulauan Riau. Dinas Kesehatan setempat telah mengirimkan sampel dari seorang pasien dewasa ke Kementerian Kesehatan untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. Kepala Dinas Kesehatan Kepri, Bisri, menyebutkan bahwa pasien tersebut berasal dari Kota Batam dan mengalami flu berat disertai gejala nyeri, pusing, serta mual setelah kembali dari umrah. Saat ini, pasien sedang menjalani perawatan di salah satu rumah sakit di Batam.

“Kami masih menunggu hasil pemeriksaan sampel dari laboratorium kesehatan Kementerian Kesehatan untuk memastikan apakah pasien tersebut terjangkit Super Flu atau tidak,” ungkapnya di Tanjungpinang.

Ia menjelaskan bahwa jika hasil pemeriksaan menunjukkan adanya kontaminasi Super Flu, maka akan dilakukan penelusuran terhadap anggota keluarga atau orang-orang terdekat pasien, karena penyakit ini dapat menular dengan cepat di lingkungan sekitar.

Meski demikian, ia menegaskan bahwa tidak semua orang di sekitar pasien akan terinfeksi, tergantung pada daya tahan tubuh masing-masing individu. “Super Flu ini mirip dengan flu biasa, hanya saja gejalanya lebih berat. Mereka yang memiliki daya tahan tubuh yang baik tidak akan terkena flu,” tambahnya.

Bisri juga mengimbau masyarakat agar tidak perlu panik berlebihan mengenai penyebaran penyakit Super Flu yang belakangan ini muncul di beberapa daerah di Indonesia. Menurut catatan Kementerian Kesehatan, terdapat sekitar 62 kasus Super Flu hingga Desember 2025.

Sepuluh Pasien Dirawat di RSHS Bandung

Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) di Bandung telah merawat 10 pasien yang menunjukkan gejala Super Flu pada awal Januari 2026. Menurut Ketua Tim Infeksi Penyakit Emerging dan Re-emerging (Pinere) RSHS Bandung, Yovita Hartantri, jumlah pasien tersebut baru terdeteksi pada awal tahun ini dan memiliki variasi usia serta tingkat keparahan yang berbeda-beda.

"Jumlah kasus yang kami tangani sekitar 10 kasus di awal Januari ini," ungkap Yovita.

Yovita menambahkan bahwa di antara 10 pasien tersebut, terdapat dua bayi yang masing-masing berusia sembilan bulan dan satu tahun, satu pasien berusia 11 tahun, serta lima pasien yang berusia antara 20 hingga 60 tahun.

Selain itu, ada dua pasien yang berusia di atas 60 tahun. Ia menjelaskan bahwa gejala yang dialami oleh pasien sangat bervariasi. Super Flu dikenal sebagai virus yang cepat berevolusi, sehingga dapat menyebabkan gejala yang lebih parah dibandingkan dengan influenza musiman.

"Kalau dibandingkan dengan flu musiman, gejalanya memang bisa lebih berat. Terutama pada kelompok usia lanjut atau pasien dengan penyakit penyerta, perawatannya bisa lebih lama dan berisiko menimbulkan kondisi berat hingga kematian," jelasnya.

Temuan Terbaru Pasien di Malang

Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang mengonfirmasi bahwa kasus Super Flu saat ini berada dalam kondisi yang terkendali, dan semua pasien telah dinyatakan sembuh. "Satu di September, satu di Oktober, kemudian sisanya di November. Itu (pasien) sudah termonitor terkendali dan dalam kondisi sembuh," ujar Kepala Dinkes Kota Malang, dr. Husnul Muarif.

Selain itu, seluruh individu yang pernah melakukan kontak erat dengan pasien juga telah menjalani pemeriksaan. Menurut data dari Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur, total kasus Super Flu di Jawa Timur mencapai 18 orang, di mana 17 di antaranya berada di Kota Malang.

Husnul menjelaskan bahwa penemuan kasus ini berawal dari pemeriksaan dan pengambilan sampel pasien yang menunjukkan gejala influenza like illness (ILI) di Puskesmas Dinoyo, serta severe acute respiratory infection (SARI) di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Saiful Anwar. Sampel diambil dalam periode tiga bulan, yaitu September, Oktober, dan November.

"ILI ada gejala batuk, demam, nyeri tenggorokan, nyeri kepala, suhu di atas 38 derajat. Di RSSA (RS Saiful Anwar) itu SARI, jadi gejala sindrom infeksi yang berat," jelasnya.

Selanjutnya, sampel yang diambil oleh petugas dari dua fasilitas kesehatan di Kota Malang dikirim ke Balai Besar Laboratorium Kesehatan Masyarakat (BBLKM) untuk pemeriksaan lebih lanjut dan diteruskan ke Balai Besar Laboratorium Biologi di Jakarta untuk dilakukan pengurutan genome secara menyeluruh atau whole genome sequencing (WGS).

Penerapan metode WGS ini bertujuan untuk memastikan secara akurat apakah sampel pasien yang diambil terpapar Super Flu atau tidak. "Desember dan Januari belum dapat informasi," tambahnya.

Meskipun sudah dinyatakan terkendali, Dinkes Kota Malang tetap melaksanakan edukasi kepada masyarakat mengenai Super Flu. Langkah ini diambil untuk mencegah munculnya kekhawatiran dan keresahan di kalangan publik terkait penyakit ini, mirip dengan situasi saat mewabahnya Covid-19.

Kasus Super Flu Muncul di Yogyakarta

Satu kasus Super Flu telah dilaporkan di Kota Yogyakarta. Kasus ini terjadi pada bulan September 2025 dan baru terkonfirmasi belakangan. "Yang bersangkutan sekarang sudah sembuh, sudah tidak ada gejala-gejala yang mengarah ke influenza," kata Kabid Pencegahan, Pengendalian Penyakit, Pengelolaan Data dan Sistem Informasi Dinkes Kota Yogyakarta, Lana Unwanah. Ia menjelaskan bahwa Super Flu termasuk dalam kategori penyakit yang dapat sembuh dengan sendirinya, terutama pada individu yang memiliki daya tahan tubuh yang baik.

"Self-limiting disease itu juga tergantung daya tahan tubuh kita. Kalau misalnya kita dalam kondisi prima daya tahan tubuhnya, insyaallah sebetulnya bisa sembuh sendiri," ujar Lana.

Ia juga menyatakan bahwa gejala Super Flu umumnya lebih berat dibandingkan flu biasa, seperti sakit kepala yang lebih parah dan batuk yang berlangsung lebih lama. Menurutnya, batuk yang disebabkan oleh Super Flu bisa bertahan selama delapan hingga sepuluh hari.

Lana menjelaskan bahwa perbedaan utama antara Super Flu dan Covid-19 terletak pada jenis virus serta lokasi infeksi. Super Flu disebabkan oleh virus influenza A tipe H3N2, sementara Covid-19 disebabkan oleh virus SARS-CoV-2. Dalam hal infeksi, influenza biasanya hanya menyerang saluran pernapasan bagian atas dan jarang menyebabkan ARDS (Acute Respiratory Distress Syndrome) atau gangguan pernapasan yang serius.

Advertisement

"Kalau influenza atau Super Flu ini tidak sampai menyerang saluran pernapasan bagian bawah. Jadi tidak sampai menyebabkan kondisi seperti ARDS yang membutuhkan alat bantu napas," tutupnya.

Berita Terbaru
  • Sindikasi dan AJI Ungkap Kerentanan Pekerja Kreatif dan Jurnalis di Indonesia
  • Kementan Pastikan Survei Investigasi Desain Program Cetak Sawah di Kalimantan Terealisasi 100 Persen
  • Jerman Tutup Persiapan Piala Dunia dengan Kemenangan atas AS, Kai Havertz Bintang Lapangan
  • Portugal Tundukkan Chile 2-1 dalam Laga Uji Coba Penuh Drama Kartu Merah
  • Pengusaha Peringatkan Potensi PHK Massal di Industri Rokok
  • bandung
  • berita update
  • kemenkes
  • liputan6
  • super flu
Artikel ini ditulis oleh
Editor Henni Rachma Sari
Y
Reporter Yacob Billiocta
Disclaimer

Artikel ini dihasilkan oleh AI berdasarkan data yang ada. Gunakan sebagai referensi awal dan selalu pastikan untuk memverifikasi informasi lebih lanjut sebelum mengambil keputusan.

Berita Terpopuler

Berita Terpopuler

Advertisement
Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.