LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Sungai Gasib Dicemari Limbah PTPN V, Warga Kehilangan Sumber Air Bersih

Limbah PTPN V Lubuk Dalam Kabupaten Siak diduga mencemari sungai Gasib, Desa Pangkal Pisang. Akibatnya, ribuan ikan mati dan warga tak dapat mengkonsumsi air sungai yang biasanya menjadi sumber warga.

2019-04-12 00:06:00
pencemaran lingkungan
Advertisement

Limbah PTPN V Lubuk Dalam Kabupaten Siak diduga mencemari sungai Gasib, Desa Pangkal Pisang. Akibatnya, ribuan ikan mati dan warga tak dapat mengkonsumsi air sungai yang biasanya menjadi sumber warga.

Hal itu dikatakan ‎tokoh masyarakat Desa Pangkal Pisang, Hendro Santrioko ‎Kamis (11/4). Menurutnya, limbah PTPN V Lubuk Dalam itu sangat merusak sungai.

"Kami tidak bisa lagi mengambil air Sungai Gasib untuk dikonsumsi dan mandi hingga beberapa bulan ke depan. Dan kalau ini terus terjadi, maka selamanya kami kehilangan sumber air yang bersih," ujar Hendro, yang juga mantan kepala desa tersebut kepada merdeka.com.

Advertisement

Hendro menuturkan, selama ini masyarakat menggunakan air sungai Gasib untuk kebutuhan sehari-hari. Warga juga sudah mengadukan kejadian itu ke Pemkab Siak.

"Kalau kami paksakan air limbah PTPN V itu untuk mandi dan dikonsumsi, bisa jadi penyakit," ketusnya.

Hendro menyebutkan, Pemkab Siak juga telah berulang kali ke lokasi mengambil sample dan menegur PTPN V soal limbah tersebut.

Advertisement

"Entah sudah berapa kali lah, dulu waktu saya masih kepala desa, sering juga limbah mereka mencemari sungai kami. Sudah laporkan ke Pemerintah Siak, dan sudah diambil sample limbahnya, tapi hasilnya kami tidak tahu," ucap Hendro.

Kabid Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan Hidup (P2KLH) Dinas Lingkungan Hidup Pemkab Siak, Ardayani mengatakan, limbah itu jatuh ke aliran sungai lantaran kolam penampungan PTPN V tak sanggup menampung.

‎"Kolam penampungan limbah PTPN V yang air limbahnya melimpah, jadi limbah itu jatuh dan masuk ke aliran sungai," katanya.

Menurut Ardayani, ada kesalahan komunikasi antara petugas PTPN V yang menjaga kolam dengan karyawan pabrik kelapa sawit perusahaan itu. Mereka tidak saling komunikasi saat limbah dialirkan ke kolam penampungan. Petugas yang menjaga kolam tidak mengecek bahwa air limbah sudah melimpah, sedangkan yang di pabrik terus mengaliri limbah ke kolam penampungan.

"Ya melimpah dan di situ ada sungai," kata dia.

‎Pemkab Siak sudah meminta PTPN V untuk memindahkan kolam limbah itu agar dibuat jauh dari aliran sungai. Namun pihak perusahaan terkesan acuh.

"Iya kejadian ini sudah beberapa kali, bukan sekali ini saja. Pimpinan perusahaan mereka selalu berganti, jadi tidak tahu persoalan perusahaan mereka dengan masyarakat itu seperti apa," ujarnya.

Humas PTPN V Lubuk Dalam, Pedoman Ginting saat dihubungi ‎merdeka.com belum merespon. Pesan yang dikirim juga belum berbalas.‎
‎

Baca juga:
Menteri Susi Malu Indonesia Penyumbang Sampah Plastik Terbesar Nomor Dua di Dunia
400 Kg Sampah Plastik Dipungut di Sepanjang Jalur Pendakian Gunung Ijen
Miris, Lima Ribu Rumah di Bantaran Kali di Bogor Buang Tinja ke Ciliwung
Nelayan di Bone Ketahuan Simpan Luluhan Jeriken Bom Ikan
Indonesia Masuk Lima Negara dengan Angka Kematiannya Tertinggi karena Polusi Udara
PM Thailand Janji Atasi Kabut Asap dalam Tujuh Hari

(mdk/noe)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.