Nelayan di Bone Ketahuan Simpan Luluhan Jeriken Bom Ikan
Merdeka.com - Direktorat Kepolisian Perairan (Ditpolair) Sulawesi Selatan mengamankan puluhan jeriken dan botol amonium nitrat yang merupakan bahan utama pembuatan bom ikan di Perairan Bajoe, Kabupaten Bone.
"Semua bahan peledak ini diamankan anggota di Perairan Bajoe, Kabupaten Bone. Semuanya sudah diracik dan siap untuk diledakkan," ujar Direktur Ditpolair Polda Sulsel Kombes Pol Purwoko di Makassar, Kamis (4/4).
Dia mengatakan, semua bahan peledak ini diamankan dari tangan pelaku yakni Rida (21) warga Kampung Bajo, Kecamatan Tanete Riattang, Kabupaten Bone.
Dia menjelaskan awalnya anggotanya menerima laporan warga mengenai maraknya pengeboman ikan di wilayah Perairan Bajoe. Petugas kemudian melakukan penyelidikan serta patroli.
"Begitu ada laporan mengenai aktivitas pengeboman ikan, langsung kita tindaklanjuti dan menerjunkan anggota unit Intel Polairud. Begitu sudah ada petunjuk, kapal patroli mulai mengerucutkan penyisirannya," katanya.
Purwoko menyatakan, beberapa kapal-kapal nelayan (jolloro) diperiksa hingga akhirnya kapal yang dikemudikan Rida diperiksa dan ditemukan puluhan botol dan jeriken paket bom ikan.
"Semua kapal jolloro kami periksa karena begitu ada laporan dari unit intel bahwa bom ikan diangkut pakai jolloro, langsung disisir semuanya," jelasnya.
Dari tangan pelaku ditemukan sejumlah barang bukti berupa 34 botol bom berisi amonium nitrat, 18 jeriken berukuran 1 liter, 7 buah jeriken berukuran 2 liter, 3 jeriken berukuran 5 liter yang semuanya berisi amonium nitrat.
Selain itu, juga diamankan satu unit perahu nelayan, satu unit kompresor, satu rol selang, tiga kacamata selam, dua pasang sepatu bebek, tiga buah regulator, satu buah GPS serta dua bungkus plastik berisikan bahan peledak Trinitrotoluena (TNT). Dikutip dari Antara.
(mdk/cob)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya