Sumsel Klaim Stok Pangan Cukup 1 Tahun, Bahkan Mampu Penuhi Kebutuhan 5 Provinsi
Menurut dia, banyaknya stok lantaran aktivitas petani tidak terganggu di tengah wabah ditambah cuaca mendukung. Bahkan, hasil pertanian di provinsi itu, salah satunya adalah beras mengalami surplus ratusan ribu ton.
Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan mengklaim stok pangan masih mencukupi untuk satu tahun ke depan. Bahkan, stok yang ada mampu memenuhi kebutuhan lima provinsi tetangga.
Kepala Dinas Pertanian Sumsel, Antoni Alam mengungkapkan, ketersediaan pangan seperti beras, jagung, cabai, daging ayam, dan telur, masih berlimpah. Masyarakat diimbau tidak panik sehingga membeli bahan pokok berlebihan atau di luar kebutuhan.
"Kami jamin stok pangan di Sumsel aman sampai satu tahun ke depan. Malah bisa memasok untuk lima provinsi tetangga seperti Jambi, Bengkulu, Lampung, Lampung, dan Bangka Belitung," ungkap Antoni, Jumat (15/5).
Menurut dia, banyaknya stok lantaran aktivitas petani tidak terganggu di tengah wabah ditambah cuaca mendukung. Bahkan, hasil pertanian di provinsi itu, salah satunya adalah beras mengalami surplus ratusan ribu ton.
"Sekarang cuaca cukup bagus, sampai sekarang masih hujan kemudian harga memancing animo petani, infrastruktur juga sudah bagus, rawa Lebak sudah tertata. Itu menambah produksi petani," kata dia.
Sementara itu, Sekretaris Daerah Sumsel Nasrun Umar mengatakan, pihaknya terus berupaya menjaga ketersediaan termasuk stabilisasi pasokan dan harga komoditas pangan. Pemprov Sumsel telah menyusun langkah-langkah operasional dalam menjaga ketersediaan pangan, utamanya pada komoditas beras sebagai komoditas strategis dan dibutuhkan oleh semua masyarakat.
"Ketersediaan pangan adalah hal pokok yang harus diantisipasi selama pandemi. Kami lakukan langkah-langkah strategis untuk mencapainya," kata dia.
Langkah-langkah yang dimaksud, sambung dia, adalah menganalisis ketersediaan bahan pangan pokok secara berskala untuk mengetahui beban pokok. Kemudian, monitoring harga sebagai cerminan ketersediaan dan kemampuan daya beli masyarakat dan monitoring stok di Bulog dan distributor.
"Ada juga motivasi dan inisiasi petani agar tetap berproduksi, juga bantuan benih dan pupuk, dan optimalisasi lahan pertanian," pungkasnya.
Baca juga:
Pemerintah Siapkan Rp538 M Dana Desa Cegah Krisis Pangan Imbas Corona
Distribusi Pupuk Dikebut guna Antisipasi Percepatan Musim Tanam
Cegah Pangan Langka Saat Corona, 255.000 Hektar Lahan Gambut Kalteng Siap Jadi Sawah
Siap Hadapi Kemarau, Petani Bisa Tiga Kali Tanam dalam Setahun
Jelang Lebaran, Mendag Agus Pastikan Stok Beras Hingga Gula di Jabar Aman
Musim Panen Bergeser, Stok Pangan Kuartal II-2020 Aman