LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Sumarsono: Kapal yang baru terbakar bukan milik DKI Jakarta

"Jadi kapal itu sama seperti kendaraan angkutan kota yang bukan milik kita. Ini milik rakyat, angkutan tradisional yang kemudian untuk layak jalan harus ada izin dari kami (dishub). Jadi kami hanya pengawal memberikan fasilitas perizinan dan kontrol. Kami memberi navigasi, pengawasan lewat Syahbandar dan seterusnya."

2017-01-01 17:26:03
Kapal Terbakar
Advertisement

Pelaksana tugas (Plt) Gubernur DKI Jakarta, Sumarsono memastikan bahwa kapal Zahro Xpress yang baru saja terbakar bukan milik Dinas Berhubungan DKI Jakarta. Menurutnya, Dishub DKI hanya memberi izin berlayar.

"Jadi kapal itu sama seperti kendaraan angkutan kota yang bukan milik kita. Ini milik rakyat, angkutan tradisional yang kemudian untuk layak jalan harus ada izin dari kami (dishub). Jadi kami hanya pengawal memberikan fasilitas perizinan dan kontrol. Kami memberi navigasi, pengawasan lewat Syahbandar dan seterusnya," kata Sumarsono, di Ancol, Minggu (01/01).

Sumarsono menambahkan, Dishub sudah menjalankan tugasnya sesuai fungsi pelayanan, selebihnya adalah tanggung jawab pemilik kapal.

Advertisement

"Jadi tidak murni punya kami. Yang murni punya pemerintah seperti kapal jemput anak sekolah dari pulau ke pulau itu yang bagus dan ber-AC, yang jumlahnya ada 3 itu. Itu dari Dishub," papar Sumarsono.

Sebelumnya, Sumarsono menyebut bahwa kapal Zahro Xpress yang hari ini terbakar di Muara Angke tidak melebihi kapasitas penumpang.

"Ini kapasitas penumpangnya 285 orang dan penumpang sebanyak 238 orang. Jadi masih dalam kapasitas, belum melampaui (kapasitas)," kata Sumarsono, Minggu (1/1).

Advertisement

Namun, Sumarsono mengatakan jumlah penumpang yang sebenarnya tidak sesuai dengan manifes data yang didaftarkan pihak kapal dalam proses administrasi.

"Namun di manifes hanya ditulis 100 orang saja. Jadi ada administrasi yang disengaja salah atau tidak sengaja, ini yang sedang kita selidiki," terang Sumarsono.

Baca juga:
Plt Gubernur DKI sebut kapal Zahro tidak melebihi kapasitas
Penampakan kapal wisata yang terbakar di Muara Angke
Ini identitas korban kapal terbakar yang dirawat di RS Atmajaya
Kapal wisata terbakar karena korsleting accu

(mdk/idr)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.