Sulitnya suami Aminah urus administrasi BPJS di RSUD
Sang suami tak kuasa kehilangan istri dan anaknya sekaligus.
Naim suami dari Aminah wanita yang tidak tertolong nyawanya ketika sedang hamil tua dan dilarikan ke RSUD Pasar Rebo mengatakan istrinya memang sudah masa untuk melahirkan. Pukul 5.30 WIB, Naim sudah merasa bahwa istrinya akan melahirkan, Kamis (21/7) lalu.
"Sebelumnya dia udah ngeluh pagi-pagi katanya sakit kepala dan bilang sama saya kalau mau ke Puskesmas aja," kata Naim ketika ditemui merdeka.com di jalan Innerbang RT11/5 No 12 kel. Batu Ampar Kec. Kramat jati, Jakarta Timur, Jumat (22/7).
Naim pun bergegas pergi untuk mencari makan, agar Aminah tidak mengeluh kesakitan. "Saya cari makan sebentar karena memang kan kondisi pagi belum ada yang buka jadi saya cari makan rada jauh," ungkapnya.
Namun, selang beberapa jam Aminah sudah tidak ada di rumah kontrakannya di Jalan SMP 188 RT 02/04, Ciracas, Kampung Rambutan, Jakarta Timur. Dia mendapat kabar dari tetangganya bahwa istrinya sudah dibawa ke Puskesmas Ciracas, Jakarta Timur.
"Kata tetangga istrinya saya awalnya dibawa pake angkot, dan seketika paniklah saya. Langsung ke rumah mertua saya di jalan Innerbang RT11/5 No 12 kel. Batu Ampar Kec. Kramat jati, Jakarta Timur dan langsung ikut ke RSUD. Aminah sudah dibawa pakai ambulans waktu dari Puskesmas ke RSUD," katanya.
Ketika di RSUD Pasar Rebo, Naim langsung bergegas untuk melihat Aminah. Dia masih sempat mendengar teriakan istrinya di ruang UGD. "Ketika di sudah sampai RSUD, tangan Aminah sudah diikat lantaran sudah kejang-kejang dan berontak di ranjang sampai ketika itu nyawanya tidak tertolong lagi," cerita dia.
"Di RSUD juga masih sempat manggil emaknya (ibunya). Dia teriak-teriak 'emak-emak'," tambahnya.
Naim menceritakan rasa cemas dan panik ketika istrinya sudah berada di ruang UGD tetapi wajib untuk mengurus administrasi. "Pas istri saya di UGD. Saya harus ngurus administrasi, saya harus ngantri dulu urus biaya ini itu, dari BPJS yang saya enggak punya dan harus diurus. Ngurus BPJS itu rumit emang sulit karena saya tidak memiliki uang banyak," ungkapnya.
Setelah mengurus administrasi bersama kakanya yang memang bekerja sebagai supir ambulans menemui dokter yang menanganinya. Kemudian, menurut dokter yang menangani Istrinya pembuluh darahnya sudah pecah dan tidak bisa tertolong lagi.
"Saya dapat kabar kalau istri saya sudah meninggal jam 1 siang dan itu ada mertua saya," kata dia.
Sebelumnya, Naim kaget dengan ucapan dokter yang mengatakan bahwa istrinya memiliki penyakit darah tinggi dan jantung. Karena, menurut sepengetahuan dia, istrinya tidak memiliki sejarah penyakit apapun.
Aminah juga kata Naim tidak pernah mengeluh memiliki penyakit apapun. "Soal sakit dia enggak pernah cerita apa-apa. Dimasa kehamilan juga dia seperti orang yang Hamil biasa dan masih bisa bekerja sebagai jaga Laundry didekat rumah," tutupnya.
Baca juga:
Ahok akan cek rekam medis kehamilan Aminah sebelum meninggal di RS
Aminah naik angkot saat kontraksi hebat, ke mana ambulans puskesmas?
Meninggal saat melahirkan, Aminah seharusnya masuk RS sejak Rabu
Kisah pilu Aminah, kontraksi di angkot sampai meninggal di RS
[VIDEO] Simak perubahan yang terjadi pada tubuh wanita ketika hamil