LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Sudah 50 Calon Pengantin Korban WO Pandamanda Lapor Polisi

Mereka yang datang meminta pertanggungjawaban dari Anwar, pemilik WO Pandamanda. Mereka yang datang melapor sebagai korban akan menjalankan resepsi pada Maret- Oktober 2020.

2020-02-06 20:32:02
Penipuan
Advertisement

Korban Wedding Organizer (WO) Pandamanda terus bertambah. Setiap hari penyidik menerima laporan dari korban baru. Diperkirakan korban mencapai 50 calon pasangan pengantin.

"Menurut keterangan pelaku jumlah kliennya ada 50-an. Saat ini sudah ada empat orang lagi yang mengaku jadi korban dan ini kami tampung untuk dijadikan bahan penyelidikan," kata Kanit Krimsus Polres Metro Depok, AKP Firdaus, Kamis (6/2).

Mereka yang datang meminta pertanggungjawaban dari Anwar, pemilik WO Pandamanda. Mereka yang datang melapor sebagai korban akan menjalankan resepsi pada Maret- Oktober 2020.

Advertisement

"Pada dasarnya korban-korban yang datang minta kejelasan rencana pernikahan mereka. Rata-rata para korban akan melangsungkan nikah Maret sampai dengan Oktober. Ketika bertemu, mereka menanyakan refund (uang kembali) dari si tersangka," paparnya.

Telusuri Rekening Pemilik WO

Polisi pun masih mendalami keterangan saksi dan pelaku. Penggeledahan di kantor Pandamanda pun sudah dilakukan. Bukti-bukti transaksi baik manual dan online pun ditelusuri, termasuk menelusuri rekening WO tersebut.

Advertisement

"Nah ini akan kami selidiki rekening yang bersangkutan. Kita akan cari tahu aliran dananya kemana, kita juga sudah geledah kantor dan rumah tersangka," katanya.

Pandamanda diprediksi telah merugikan korban hingga Rp2,5 miliar. WO menjanjikan paket resepsi pernikahan murah dengan beberapa keuntungan.

Korban pun sudah menyetor uang antara Rp50-70 juta untuk satu acara. Dengan iming harga murah, para korban tergiur. Terlebih pelaku berpromosi di sosial media. Sehingga makin banyak korban yang terjerat.

(mdk/eko)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.