Sudah 5 tahun tak diberangkatkan haji & umrah, jemaah segel kantor PT H20
Mereka merasa tertipu, lima tahun gagal berangkat haji dan umrah dengan kerugian sekitar Rp 5,3 miliar. Kasus itu, kini ditangani kepolisian.
Puluhan orang calon jemaah haji dan umrah PT Hidayah Hasyid Oetama (H2O), di Samarinda, Kalimantan Timur, jelang tengah hari tadi menyegel rumah sekaligus kantor biro travel PT H2O di Jalan Ir Sutami. Mereka merasa tertipu, lima tahun gagal berangkat haji dan umrah dengan kerugian sekitar Rp 5,3 miliar. Kasus itu, kini ditangani kepolisian.
Sebelum menyegel, puluhan orang itu meminta uang yang sudah mereka setorkan untuk berangkat haji dan umrah, segera dikembalikan. Namun sayang, H2O tidak merespons dengan baik.
Calon jemaah haji dan umrah pun kecewa, dan merasa tertipu. Mereka lantas menyegel rumah kantor PT H2O, agar rumah itu segera dikosongkan sebagai jaminan mereka. Tidak ada satupun orang perwakilan PT H2O saat berlangsung penyegelan.
"Kami mengosongkan rumah ini sebagai jaminan kepada jemaah, karena uang kami enggak tahu lagi rimbanya," kata koordinator calon jemaah, Jainuddin, kepada wartawan, Kamis (21/6).
"Dari pihak travel pasrah aja dan alasan keluar kota acara keluarga. Kita enggak mau tahu. Kita sudah janji sehari sebelumnya. Dengan rasa sangat berat kita minta satu hari rumah ini dikosongkan," ujar Jainuddin.
Di sela aksi, para calon jemaah mengaku menyetorkan uang bervariasi sejak 2013 lalu. Belakangan, cuma janji yang mereka terima dari PT H2O, kalau mereka akan diberangkatkan ke tanah suci. Alasannya bervariasi, di antaranya soal visa yang belum beres. Tercatat, ada sekitar 71 orang gagal berangkat.
Sebelumnya, mereka tergiur dengan tawaran PT H2O, menawarkan harga paket promo haji dan umrah, dengan skema investasi.
"Saya bayar Rp 65 juta, ditambah ongkos akomodasi Rp 6,3 juta untuk bertiga. Jadi totalnya Rp 200 jutaan untuk 3 orang. Itu saya bayar tahun 2013," kata salah seorang calon jemaah, Hadriani.
"Sampai sekarang belum berangkat. Janjinya berangkat tahun 2015. Orangtua saya sampai sudah meninggal karena tidak jadi berangkat. Ya itu, alasan travel, visanya belum keluar," tambah Hadriani.
Murdiah, calon jemaah haji plus PT H2O sempat tetap berharap berangkat ke tanah suci. "Tapi sekarang minta kembalikan saja uang biar saya daftar di lain. Soalnya saya tunggu sampai 5 tahun, tidak berangkat-berangkat juga," ungkapnya.
Usai menyegel kantor PT H2O, mereka yang mencatat kerugian sekitar Rp 5,3 miliar itu pun melapor ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polresta Samarinda, melapor secara resmi terkait dugaan penipuan, penggelapan hingga pencucian uang. Kasus itu, kini ditangani Polresta Samarinda.
Baca juga:
Warga Bandung tertipu travel umroh di Bekasi
Ketua Amphuri Ade Darmawan beberkan dugaan umrah fiktif Edy Rahmayadi
Jaksa banding vonis bos First Travel, fokusnya bukti yang disita negara
Aset First Travel diklaim ada Rp 300 miliar, JPU tantang pengacara buktikan
JPU minta pengacara bos First Travel jangan giring opini tentang aset