Status waspada Gunung Merapi tak ganggu kegiatan belajar sekolah
Naiknya status Gunung Merapi dari normal menjadi waspada tak mengganggu jalannya kegiatan belajar mengajar (KBM) di SD Sanjaya Tritis, Purwobinangun, Kecamatan Pakem, Kabupaten Sleman, Selasa (22/5). SD yang hanya berjarak kurang lebih enam kilometer dari Puncak Gunung Merapi ini tetap menggelar KBM.
Naiknya status Gunung Merapi dari normal menjadi waspada tak mengganggu jalannya kegiatan belajar mengajar (KBM) di SD Sanjaya Tritis, Purwobinangun, Kecamatan Pakem, Kabupaten Sleman, Selasa (22/5). SD yang hanya berjarak kurang lebih enam kilometer dari Puncak Gunung Merapi ini tetap menggelar KBM seperti hari sebelumnya.
Kepala SD Sanjaya Tritis, Happy Wijayanti menyampaikan saat ini ada 60 orang siswa dari kelas I hingga V yang mengikuti KBM. Bahkan, hari ini merupakan jadwal Tes Kendali Mutu (TKM) bagi siswa kelas I sampai V.
"Tetap berjalan seperti hari biasa. Hanya saja memang ada berbagai pertimbangan khusus. Untuk jam pulang, menyesuaikan durasi siswa merampungkan tes," ujar Wijayanti, Selasa (22/5).
Wijayanti menerangkan, selama TKM kegiatan siswa dimulai sejak pukul 07.15 hingga pukul 11.00 WIB. Terkait jam pulang, pihaknya mengaku akan melakukan evaluasi karena dimungkinkan TKM akan selesai lebih awal pada pukul 10.00 WIB.
"Kami terus melakukan koordinasi dengan pemerintah desa Purwobinangun terkait kondisi dan situasi Gunung Merapi. Kami sudah menyiapkan sejumlah langkah antisipasi. Seperti pemindahan KBM ke sekolah penyangga di SD Tawangharjo yang posisinya ada dibawah dan lebih aman. Jika kondisi meningkat maka KBM bisa dipindahkan kesana. Tapi untuk sekarang dirasa belum," ungkap Wijayanti.
Wijayanti mengaku sebenarnya sebagian orang tua murid masih menyimpan trauma. Sebab, di kawasan itu pernah dilanda erupsi besar pada tahun 1994. Dan sempat pula ada erupsi di tahun 2010.
"Ada orang tua yang menginginkan sekolah diliburkan. Tetapi tidak bisa karena sedang dalam masa ujian," tutup Wijayanti.
Baca juga:
Erupsi Merapi, BPBD Klaten bagikan 15 ribu masker
Warga Sleman perbaiki jalur evakuasi Merapi yang rusak dilewati truk pasir
Merapi kembali erupsi, ratusan warga Boyolali dan Sleman mengungsi
Status Merapi waspada, radius 3 km dari puncak gunung dikosongkan
Usai tiga kali letusan freatik, warga lereng Gunung Merapi mengungsi