LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Status Gunung Merapi Naik dari Waspada ke Siaga

Hanik menjabarkan seiring dengan berhentinya ekstrusi magma, Merapi kembali memasuki fase intrusi magma baru yang ditandai dengan peningkatan gempa vulkanik dalam (VA) dan rangkaian letusan eksplosif sampai dengan 21 Juni 2020.

2020-11-05 14:52:58
Gunung Merapi
Advertisement

BPPTKG menaikkan status Gunung Merapi dari waspada (level II) ke status siaga (level III), Kamis (5/11). Peningkatan status Gunung Merapi menjadi siaga ini berdasarkan hasil dari evaluasi data pemantauan BPPTKG yang kemudian disimpulkan bahwa aktivitas vulkanik saat ini dapat berlanjut ke erupsi.

Kepala BPPTKG Yogyakarta, Hanik Humaida menerangkan jika status Gunung Merapi di level waspada sudah ditetapkan sejak 21 Mei 2018 yang lalu. Hanik menjabarkan jika Merapi mengalami erupsi magmatis kembali pada 11 Agustus 2018 yang berlangsung sampai bulan September 2019.

Hanik menjabarkan seiring dengan berhentinya ekstrusi magma, Merapi kembali memasuki fase intrusi magma baru yang ditandai dengan peningkatan gempa vulkanik dalam (VA) dan rangkaian letusan eksplosif sampai dengan 21 Juni 2020.

Advertisement

"Sehubungan dengan hal tersebut maka status aktivitas Gunung Merapi ditingkatkan dari Waspada (level II) menjadi Siaga (level III) berlaku mulai tanggal 5 November 2020 pukul 12.00 WIB," ujar Hanik dalam keterangan tertulisnya.

Hanik menerangkan usai letusan eksplosif 21 Juni 2020, kegempaan internal yaitu VA, vulkanik dangkal (VB) dan fase banyak (MP) mulai meningkat. Sebagai perbandingan, kata Hanik pada bulan Mei 2020 gempa VA dan VB tidak terjadi, dan gempa MP terjadi 174 kali. Pada bulan Juli 2020 terjadi gempa VA 6 kali, VB 33 kali, dan MP 339 kali.

"Terjadi pemendekan jarak baseline EDM (Electronic Distance Measurement) sektor Barat Laut Babadan-RB1 (selanjutnya disingkat EDM Babadan) sebesar 4 cm sesaat setelah terjadi letusan eksplosif 21 Juni 2020," ungkap Hanik.

Advertisement

Hanik menuturkan setelah itu pemendekan jarak terus berlangsung dengan laju sekitar 3 mm/hari sampai September 2020. Sejak bulan Oktober 2020 kegempaan meningkat semakin intensif. Pada 4 November 2020 rata-rata gempa VB 29 kali/hari, MP 272 kali/hari, guguran (RF) 57 kali/hari, embusan (DG) 64 kali/hari.

"Laju pemendekan EDM Babadan mencapai 11 cm/hari. Energi kumulatif gempa (VT dan MP) dalam setahun sebesar 58 GJ. Kondisi data pemantauan di atas sudah melampaui kondisi menjelang munculnya kubah lava 26 April 2006, tetapi masih lebih rendah jika dibandingkan dengan kondisi sebelum erupsi 2010," ucap Hanik.

Hanik menyampaikan meski begitu, berdasarkan pemantauan udara tidak ada kubah lava baru.

"Sampai saat ini kegempaan dan deformasi masih terus meningkat. Potensi ancaman bahaya berupa guguran lava, lontaran material dan awan panas sejauh maksimal 5 km," ungkap Hanik.

Baca juga:
Merapi Berstatus Siaga, Pemkab Klaten akan Tutup Lokasi Penambangan Pasir
Berstatus Siaga, Wisatawan Diimbau Tidak Melakukan Kegiatan di Kawasan Gunung Merapi
Status Gunung Merapi Naik dari Waspada ke Siaga
Gunung Merapi Mengalami 26 Kali Gempa Guguran
BPPTKG Ungkap Aktivitas Gunung Merapi Meningkat, Ini Fakta Selengkapnya
Prediksi Erupsi Gunung Merapi Berikutnya Makin Dekat, Begini Penjelasan BPPTK

(mdk/eko)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.