Stafsus Presiden Jokowi minta Polda Metro bebaskan 15 penyerang kantor Kemendagri
Jika 15 terduga pelaku tidak dibebaskan, maka berpotensi terjadi kerusuhan besar di Papua, pihak keluarga terduga akan melakukan pemberontakan.
Staf Khusus Presiden, Lennis Kogoya meminta Polda Metro Jaya membebaskan 15 orang Papua yang diduga sebagai pelaku penyerangan kantor Kemengadri. Menurut dia, pembebasan 15 orang tersebut bisa meredam amarah warga Papua.
"Yang ditahan 15 orang ini pulangkan saja, keluarkan saja, jangan diproses dulu," ungkap Lennis di Kantor Kementerian Sekretariat Negara, Jalan Veteran 3, Jakarta, Jumat (13/10).
Jika 15 terduga pelaku tidak dibebaskan, maka berpotensi terjadi kerusuhan besar di Papua, pihak keluarga terduga akan melakukan pemberontakan.
"Ini takutnya bikin massa seperti begitu (rusuh), nanti keluarga bikin ribut lagi," ujar pria asal Papua ini.
Mengenai korban luka dan sejumlah barang mengalami kerusakan akibat penyerangan, Lennis meminta agar Kemendagri memaklumi saja. Dengan demikian, proses penegakan hukum terhadap 15 terduga pelaku tidak dilakukan.
"Mungkin ada korban ya, tapi itulah risiko kita. Maka lebih baik masyarakat itu dipulangkan saja," pintanya.
Diberitakan sebelumnya, sekelompok orang yang mengatasnamakan pendukung calon bupati Tolikara, Papua, John Tabo dan Barnabas Weya menyerang kantor Kementerian Dalam Negeri di Jakarta, Rabu (11/10). Akibatnya tujuh petugas pengamanan dan pegawai terluka ringan. Kepala dan tangan tiga orang lainnya harus dijahit karena robek.
Baca juga:
Kantornya diserang, Mendagri tak bisa tidur dan merasa ditampar
Polisi tetapkan 11 orang tersangka penyerangan kantor Kemendagri
Fadli Zon minta masa pendukung Cabup Tolikara hormati Putusan MK
Saat Mendagri Tjahjo merasa harga diri, kehormatan dan wajahnya tertampar
Polisi tahan 11 tersangka penyerangan kantor Kemendagri