Sosok Kapten Zulmi, Prajurit TNI Gugur di Lebanon Dikenal Tak Pernah Absen Tanya Kabar Keluarga
Kapten Zulmi, satu dari 3 prajurit TNI yang gugur di tanah Lebanon saat konflik dengan Israel memanas.
Mendiang Kapten Inf Zulmi Aditya Iskandar, jadi salah satu prajurit TNI yang gugur di Lebanon. Pria asal Kota Cimahi ini merupakan perwira TNI AD yang tengah menjalankan misi perdamaian di Lebanon Selatan.
Keluarga mengenal mendiang Kapten Zulmi sebagai sosok teladan yang berkarakter kuat sejak usia dini.
Kakak sepupunya, Risman Efendi, menceritakan bahwa Zulmi telah menunjukkan sikap disiplin dan kecerdasan yang luar biasa sejak kecil. Ia juga dikenal memiliki pemahaman agama yang baik, yang menjadi kebanggaan tersendiri bagi keluarga besar.
"Sejak kecil beliau sudah terlihat berbeda. Disiplin, pintar, dan religius. Kami semua sangat bangga memiliki sosok seperti beliau," ungkap Risman di rumah duka.
Kepergian Zulmi tentu menjadi pukulan berat bagi keluarganya. Namun, mereka berusaha untuk menerima dengan lapang dada atas takdir yang telah ditentukan.
"Sebagai keluarga, tentu kami sangat kehilangan. Tapi kami percaya, semua sudah menjadi ketetapan. Tidak ada yang tahu kapan waktu itu datang," tambahnya.
Jejak Akademis Kapten Zulmi
Dalam dunia pendidikan, Zulmi memulai perjalanan akademiknya di sekolah dasar yang terletak di Kota Bandung. Setelah itu, ia melanjutkan ke SMPN 2 Cimahi dan menyelesaikan pendidikan menengahnya di SMAN 3 Cimahi. Zulmi kemudian berhasil diterima di Akademi Militer pada percobaan pertamanya.
Menurut Risman, faktor keluarga sangat berperan dalam keputusan Zulmi untuk menjadi seorang prajurit. Ayahnya adalah anggota TNI, sedangkan kakaknya berdinas di TNI AU. "Sejak awal mungkin sudah terinspirasi keluarga. Dia masuk Akmil tahun 2015, lalu berdinas di Kopassus Grup 2/Para Komando. Penugasan ke Lebanon ini yang pertama," jelasnya.
Selama menjalankan tugas sebagai bagian dari Satgas TNI Konga XXIII-S UNIFIL dalam setahun terakhir, Zulmi dikenal sebagai sosok yang rutin berkomunikasi dengan keluarganya. Ia sering menanyakan kabar di rumah dan meminta doa, tanpa pernah mengeluhkan keadaan yang dihadapinya.
"Terakhir dia kirim foto bersama rekan-rekannya di sana. Setiap komunikasi selalu menanyakan keluarga dan minta didoakan. Tidak pernah mengeluh," kata Risman.
Kenangan positif tentang Zulmi juga diungkapkan oleh lingkungan tempat tinggalnya. Ketua RT setempat, Rusmin, mengenang almarhum sebagai pribadi yang santun dan taat beragama.
"Anaknya baik, saleh, tidak macam-macam, dan pintar. Kami semua merasa kehilangan. Di lingkungan sini, baru dari keluarga beliau yang bisa sampai menjadi TNI dan bahkan tergabung dalam misi PBB," tambah Rusmin.