LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Solo Keroncong Festival, Waldjinah akan bawakan lagu 'Walang Kekek'

Maestro keroncong Waldjinah akan tampil dalam gelaran Solo Keroncong Festival (SKF) 2018, di Benteng Vastenburg, Jumat hingga Sabtu 20-21 Juli mendatang. Menurut rencana, wanita 72 tahun itu akan tampil membawakan sejumlah lagu. Diantaranya Walang Kekek, Ayo Ngguyu, Sarinah, serta Titi Tuit.

2018-07-19 00:53:00
Waldjinah
Advertisement

Maestro keroncong Waldjinah akan tampil dalam gelaran Solo Keroncong Festival (SKF) 2018, di Benteng Vastenburg, Jumat hingga Sabtu 20-21 Juli mendatang. Menurut rencana, wanita 72 tahun itu akan tampil membawakan sejumlah lagu. Di antaranya Walang Kekek, Ayo Ngguyu, Sarinah, serta Titi Tuit.

"Jadi saat pembukaan nanti ada tarian Walang Kekek, jadi saya menyanyikan Walang Kekek tapi iramanya lain karena ada yang menari," ujar Waldjinah, saat ditemui di Balai Kota Solo, Rabu (18/7).

Selain Waldjinah, dalam pertunjukan bertema Kreasi Keroncong Nusantara tersebut, juga akan tampil Orkes Keroncong Rumput dari Amerika. Sedangkan untuk grup keroncong lainnya diantaranya Orkes Keroncong Tugu, Porsiba Tanjung Enim, Hamkri Sumatera Selatan, Cong Rock Semarang, serta Badami Lapis Legit UPI Bandung.

Advertisement

Waldjinah yang belum lama ini mendapatkan medali penghargaan dari Lembaga Prestasi Indonesia Dunia (Lemprid) tersebut menilai, musik keroncong saat ini berbeda dengan dahulu. Menurut dia, saat ini tempo musik keroncong lebih cepat, sedangkan dulu lebih nglaras (bisa dinikmati).

"Sekarang rekaman lagu juga lebih mudah kalau dulu hanya dua track, jadi kalau salah harus mengulang dari awal. Sekarang bisa diulang hanya yang salah saja," jelasnya.

Waldjinah mengaku masih ingat sebagian besar lagu-lagunya. Ada 1.700 lagunya yang telah direkam hingga saat ini. "Kalau didengarkan lagi, saya ingat lagu-lagu saya," ucapnya.

Advertisement

Meskipun usianya sudah lanjut, tak mengurangi semangat Waldjinah untuk terus berkarya. Ia masih sering pentas di sejumlah tempat. Tetapi untuk tampil di luar negeri, dirinya mengaku harus mempertimbangkan jaraknya.

"Saya diminta tampil di Suriname tapi saya tidak mau. Jauh sekali butuh 36 jam sampai ke sana, saya sudah empat kali ke Suriname dan tidak kepingin lagi," katanya.

Kepada generasi muda, Wald Jonah juga berpesan untuk tidak takut belajar akan musik keroncong. Karena keroncong adalah musik asli Indonesia yang harus dilestarikan sehingga dikenal dunia.

Sementara itu Kabid Kesenian, Sejarah, dan Sastra Disbud Kota Solo, Mareta Dinar, menambahkan SKF adalah salah satu bentuk komitmen Pemerintah Kota (Pemkot) Solo untuk menghidupkan salah satu ikon seni budaya.

"Untuk tahun ini SKF digelar di ruang publik Benteng Vastenburg. Kita berharap acara ini bisa dinikmati masyarakat," pungkasnya.

Baca juga:
Rekam ulang lagu Bengawan Solo, Waldjinah ingin duet bareng Jokowi, Rudy dan Ganjar
Jokowi: Ibu Waldjinah terima kasih totalitasnya lestarikan budaya RI
Sakit, Waldjinah gandeng musisi Hongkong launching album baru
Memori rekaman Bung Karno, Gesang, dan Waldjinah di Lokananta
Waldjinah: Generasi Muda Harus Mencontoh Gesang

(mdk/bal)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.