LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Soal Penembakan di Nduga, NRFPB Duga KKB Disusupi

Markus mengatakan, penembakan yang dilakukan oleh KKB itu justru mencoreng upaya pihaknya untuk berdamai dengan pemerintah Indonesia.

2018-12-12 08:34:00
Papua
Advertisement

Gubernur Jenderal Negara Republik Federal Papua Barat (NRFPB) Markus Yenu mengecam aksi penembakan yang dilakukan oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) terhadap para pekerja PT. Istaka Karya. Dimana penembakan yang menyebabkan 17 orang tewas itu terjadi pada Minggu (2/12) lalu.

Markus mengatakan, penembakan yang dilakukan oleh KKB itu justru mencoreng upaya pihaknya untuk berdamai dengan pemerintah Indonesia.

"Kita sebenarnya mau yang sedang saya laksanakan (penyelesaian dengan damai) dan itu perintah Benny Wenda (pendiri United Liberation Movement for West Papua) dan Jacob Rumbiak," katanya, Papua, Rabu (12/12).

Advertisement

Menurutnya, jika adanya tindakan kekerasan, itu di luar dari perintah tokoh pergerakan OPM. "Mereka (Benny atau tokoh pergerakan OPM) orang baik kok," ujarnya.

Ia pun menyebut, seluruh tokoh pergerakan di bawah satu komando yakni komando Beny dan Jacob. Markus pun menduga, mereka yang melakukan penyerangan di Distrik Yigi dan Mbua telah disusupi.

"Itu ada kelompok-kelompok pergerakan Papua yang disusupi oleh orang yang tidak mau Papua nyaman," sebutnya.

Advertisement

Markus pun mengaku, tak mengenal Panglima Daerah Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB) Makodap III Ndugama Egianus Kogeya yang mengklaim telah melakukan penyerangan di Distrik Yigi dan Distrik Mbua. "Kalau saya belum (ketemu)," ucapnya.

Dengan adanya peristiwa tersebut, pihaknya pun sedang melakukan evaluasi terhadap situasi yang terjadi di Nduga. "Situasi ini di luar agenda kita. Situasi ini menjelang pemilu kada, kita tidak terlibat bagian itu. Karena kita menginginkan ada sebuah proses damai," pungkasnya.

Baca juga:
Mantan Kepala BIN Ceritakan Asal Usul Egianus Kogoya, Pentolan KKB Papua
Tentara Papua Barat Minta Presiden Jokowi Gelar Referendum
Mantan KaBIN: Penembakan di Papua Masuk Ketegori Terorisme
Mengungkap Satu Demi Satu Kebohongan Pemberontak Papua
Pihak-Pihak yang Menolak Kemerdekaan Papua
Wagub Papua Salahkan PT Istaka Karya Tak Jalin Komunikasi dengan Tokoh Adat

(mdk/fik)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.