Soal impor beras, PDIP ingatkan Jokowi pentingnya nasib petani
Hasto juga memastikan partainya menolak berbagai bentuk upaya mencari keuntungan dengan cara-cara tidak benar, termasuk terkait kebijakan impor beras.
Sekretaris Jenderal PDIP, Hasto Kristiyanto mengatakan, impor beras harus menjadi pilihan terakhir pemerintah. Nasib petani harus dijadikan prioritas utama.
"Kami sudah menyampaikan kepada Bapak Presiden agar kepentingan petani betul-betul diperjuangkan, agar kita melihat kembali inventaris kita, seluruh stok nasional kita, inventaris kita," katanya di Medan, Sabtu (20/1).
Dia mengatakan, impor beras harus menjadi pilihan paling akhir bagi pemerintah. Sebelum kebijakan itu dilanjutkan, sangat diperlukan evaluasi.
"Jangan sampai impor beras dilakukan hanya sekadar untuk mendapatkan aspek deflasi, untuk memperbaiki stabilitas makro ekonomi kita. Apapun kepentingan petani harus ditempatkan sebagai skala prioritas," paparnya.
Hasto juga memastikan partainya menolak berbagai bentuk upaya mencari keuntungan dengan cara-cara tidak benar, termasuk terkait kebijakan impor beras. "Kami menolak adanya pemburu rente di dalam setiap kebijakan impor," tegasnya.
PDIP yakin Presiden Jokowi mempertimbangkan kondisi di lapangan, termasuk kemampuan produksi beras nasional. Hasto mengatakan, pihaknya baru saja memberikan masukan terkait rencana impor beras kepada orang nomor satu di negeri ini.
Menurut Hasto, Presiden Jokowi akan mendengarkan serta mempertimbangkan masukan yang diberikan PDIP, yang menginginkan pemerintah mengedepankan kemampuan petani dalam berproduksi. "Nanti kita lihat, dan kami baru saja memberikan masukan," jelasnya.
Mengenai kader PDIP, Rieke Diah Pitaloka, yang tegas menolak kebijakan impor beras, Hasto menjawab diplomatis. "Ya itu merupakan sikap politik yang kami perjuangkan agar impor tersebut harus dilakukan dengan pertimbangan seksama. Jangan sampai mengorbankan kepentingan petani," tutupnya.
Hasto juga menegaskan, PDIP pun mengusulkan agar pemerintah membangun kerja sama strategis dengan Vietnam, Thailand dan Kamboja. Harapannya pemerintah memiliki cadangan beras yang cukup.
Baca juga:
Sudirman Said sebut beras impor sebagai bencana ekonomi
Ganjar tegaskan Jawa Tengah tak perlu beras impor
Harga beras mahal, penghasilan pedagang di Pasar Tebet turun 30 persen
Mengaku surplus, Pemprov Bali tolak rencana impor beras
Curhat pedagang harga beras masih mahal
Iluni UI sesalkan impor beras 500.000 ton dilakukan jelang musim panen