Siswa SMP se-Cilacap Barat surati Jokowi soal jalan dan sekolah rusak
Ada siswa yang mengeluh tidak memiliki lapangan yang luas sehingga setiap upacara harus berhimpitan, dan ada pula siswa yang curhat tiap pagi mesti menempuh perjalanan sejauh lima kilometer melewati jalan yang layaknya kubangan kerbau.
Melalui sepucuk surat, dua puluh siswa tingkat SMP se-Cilacap Barat mencurahkan perasaan hati pada Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo, Sabtu (14/10) di Aula SMP Miftahul Falah, Gandrungmangu. Uniknya, rata-rata isi surat berisi kegundahan hati tentang jalan menuju sekolah yang becek dan atap sekolah yang bocor saat hujan.
Ada siswa yang mengeluh tidak memiliki lapangan yang luas sehingga setiap upacara harus berhimpitan, dan ada pula siswa yang curhat tiap pagi mesti menempuh perjalanan sejauh lima kilometer melewati jalan yang layaknya kubangan kerbau.
Menulis surat pada Presiden secara serempak itu bagian dari kegiatan SMP Miftahul Falah Gandrungmangu agar siswa membiasakan diri untuk mengekspresikan diri secara kreatif lewat tulis menulis. SMP Miftahul Falah sendiri merupakan sekolah rintisan di ujung utara-barat kecamatan Gandrungmangu. Infrastruktur sekolah jauh dari kata ideal, lapangan berbagi dengan rumpun bambu, berdekatan dengan jembatan karanganyar yang rawan ambrol dan kerap alami banjir saat sungai yang berlokasi 5 meter dari sekolah meluap sebab hujan.
Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan, Muttaqin Subroto mengatakan kegiatan menulis surat ditujukan agar siswa bisa memaknai lingkungan sekitarnya dan perasaan-perasaan mereka lewat tulis menulis. Kegiatan ini diikuti oleh 5 sekolah di wilayah Cilacap Barat mulai dari kecamatan Gangdrungmangu, Karang Pucung, Sidareja, Cipari dan Kedungreja. Dipilihnya surat buat Jokowi, agar siswa sekaligus dapat membayangkan mencurahkan keluh kesahnya pada orang nomor satu di Indonesia ini.
"Ini bagian dari kegiatan bulan bahasa yang jatuh di bulan Oktober ini. Saya juga tak menyangka siswa banyak bercerita tentang keadaan jalanan di sebagian wilayah cilacap yang becek dan fasilitas sekolah yang apa adanya. Setidaknya kegiatan ini melatih siswa agar bersikap kritis sejak dini dan tak takut mengutarakan pendapat," ujarnya pada Merdeka.com, Sabtu (14/10).
Di salah satu sepucuk surat yang ditulis siswi SMP Miftahul Falah kelas IX, Laela Mutmainah menulis ia harus berjalan kaki dari tempat tinggalnya ke sekolah yang berjarak 5 km. Ia mengeluh mesti melewati jalan yang becek dan berlubang. Ia juga menggambarkan keadaan sekolahnya yang sempit dan kerap bocor saat hujan datang.
"Harapan kami adalah semoga sekolahanku menjadi lebih mau layaknya seperti sekolahan yang berada di keramaian," tulisnya.
Kegiatan menulis surat untuk Jokowi secara massal ini juga diisi dengan melukis secara langsung potret wajah Presiden Joko Widodo oleh Arfiyan Harfi. Ia melukis potret Jokowi dengan bahan cat air di atas kertas. Alfiyan sendiri merupakan pengajar Seni Budaya di MA Mafda Cipari yang belum lama ini mendapat penghargaan Top 3 Plein Air International Watercolour Society di Yogyakarta.
"Melihat surat-surat yag ditulis siswa, mereka nampak kritis dan mengatakan perasaannya secara lugu," ujar Alfiyan.
Baca juga:
Mendikbud akan sediakan 40 ribu ruang kelas sekolah negeri & swasta
Pemerintah bangun sekolah darurat di Pidie Jaya
Cuma ingin sekolah, harapan anak-anak Suku Bajo di HUT RI ke-72
Ini isi surat siswa SMP se-Cilacap untuk Jokowi soal jalan dan sekolah rusak
Jembatan ambruk, siswa SD di Sragen bertaruh nyawa saat ke sekolah