LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Siswa Kudus Edukasi Pembungkus Daging Kurban Ramah Lingkungan: Daun Jati dan Besek Jadi Pilihan Utama

Dua SMP di Kudus mengedukasi siswa tentang Pembungkus Daging Kurban Ramah Lingkungan menggunakan daun jati dan besek, mengurangi sampah plastik saat Idul Adha 1447 H. Inisiatif ini juga meningkatkan permintaan besek.

Sabtu, 30 Mei 2026 23:01:49
edukasi lingkungan
Dua SMP di Kudus mengedukasi siswa tentang Pembungkus Daging Kurban Ramah Lingkungan menggunakan daun jati dan besek, mengurangi sampah plastik saat Idul Adha 1447 H. Inisiatif ini juga meningkatkan permintaan besek. (AntaraNews)
Advertisement

Dua sekolah menengah pertama (SMP) di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, berinovasi dalam perayaan Idul Adha 1447 Hijriah. Mereka memberikan edukasi langsung kepada para siswa tentang pentingnya menggunakan bahan alami sebagai pembungkus daging kurban, bukan kantong plastik.

Inisiatif ini bertujuan untuk mengurangi sampah plastik yang sering menumpuk pasca-pembagian daging kurban. SMP Negeri 1 Kudus dan SMP Negeri 2 Kudus secara serentak melaksanakan penyembelihan hewan kurban pada hari Sabtu, sekaligus menjadi momentum pembelajaran praktis bagi siswa.

Langkah progresif ini tidak hanya mengajarkan praktik berkurban, tetapi juga menanamkan kesadaran lingkungan sejak dini. Penggunaan daun jati dan besek dipilih sebagai Pembungkus Daging Kurban Ramah Lingkungan yang mudah diakses dan berkelanjutan.

Edukasi Lingkungan di SMPN 2 Kudus dengan Daun Jati

Kepala SMP Negeri 2 Kudus, In Setyorini, menjelaskan bahwa edukasi ini mencakup lebih dari sekadar pelaksanaan Shalat Id. Para siswa diajak memahami praktik berkurban sekaligus kepedulian terhadap lingkungan melalui pengurangan sampah plastik.

Advertisement

Penggunaan daun jati sebagai alternatif Pembungkus Daging Kurban Ramah Lingkungan menjadi fokus utama. "Setidaknya para siswa mengetahui manfaat daun jati dan tata cara pengemasan daging kurban menggunakan daun," ujar In Setyorini.

Selama ini, siswa lebih terbiasa menggunakan kantong plastik untuk berbagai keperluan. Oleh karena itu, momen Idul Adha dimanfaatkan sekolah untuk memperkenalkan alternatif pembungkus yang lebih ramah lingkungan dan mudah ditemukan.

Advertisement

Fahrudin Ferdian, Ketua Panitia Kurban SMPN 2 Kudus, menambahkan bahwa daun jati sangat ramah lingkungan karena bebas plastik. Selain itu, daun jati juga mudah diperoleh dengan harga terjangkau, menjadikannya pilihan ideal untuk Pembungkus Daging Kurban Ramah Lingkungan.

SMPN 1 Kudus Pilih Besek sebagai Solusi Ramah Lingkungan

Edukasi serupa juga diterapkan di SMP Negeri 1 Kudus, di mana siswa tidak hanya menjalankan Shalat Idul Adha tetapi juga diajak praktik berkurban. Sekolah ini menyembelih dua ekor kerbau, satu ekor sapi, dan delapan ekor kambing.

Ketua Panitia Kurban SMPN 1 Kudus, Aris Triyono, mengungkapkan bahwa hewan kurban berasal dari kontribusi guru, wali murid, serta urunan siswa. Ini merupakan bentuk pelatihan berkurban sejak dini yang menanamkan nilai-nilai kebersamaan.

Untuk mengurangi penggunaan kantong plastik, SMPN 1 Kudus memilih besek sebagai Pembungkus Daging Kurban Ramah Lingkungan. Besek, anyaman bambu tradisional, menjadi alternatif yang efektif dan berkelanjutan.

Inisiatif penggunaan besek ini sejalan dengan meningkatnya kesadaran masyarakat. Banyak tempat ibadah juga mulai memanfaatkan bahan alami seperti besek dan daun jati untuk membungkus daging kurban.

Lonjakan Permintaan Besek dan Dampak Positif Lingkungan

Penggunaan daun jati dan besek sebagai Pembungkus Daging Kurban Ramah Lingkungan telah menunjukkan dampak positif. Hal ini tidak hanya membantu mengurangi sampah plastik, tetapi juga menekan penumpukan sampah di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Tanjungrejo, Kudus.

Kunarti, seorang pedagang anyaman bambu di Desa Jepang, Kudus, mengakui adanya lonjakan signifikan dalam permintaan besek menjelang Idul Adha. Permintaan yang tinggi ini mencerminkan pergeseran preferensi masyarakat.

Akibat tingginya permintaan, harga besek pun mengalami kenaikan. "Bahkan, harganya mengalami kenaikan dari sebelumnya Rp2.000 per buah, kini naik menjadi Rp3.500 per buah," jelas Kunarti.

Meskipun terjadi kenaikan harga, Kunarti mengaku tidak mampu memenuhi seluruh permintaan besek ukuran 20x20 sentimeter. Keterbatasan pasokan ini menunjukkan antusiasme masyarakat terhadap solusi Pembungkus Daging Kurban Ramah Lingkungan di tengah mahalnya harga plastik.

Advertisement

Sumber: AntaraNews

Berita Terbaru
  • Ratusan Peserta Meriahkan Kontes Ikan Hias Banjarmasin Wali Kota Cup 2026
  • Dinkes Tanjungpinang: Imunisasi Campak Efektif Cegah Penyebaran Penyakit
  • Pemkab Bangka Barat Perkuat Pelestarian Tradisi Ziarah Kute Seribu, Jaga Warisan Budaya dan Silaturahmi
  • DPRD Gorontalo Utara Dukung Rumput Laut Jadi Menu Makan Bergizi Gratis, Tingkatkan Gizi Anak dan Ekonomi Lokal
  • Wabup Banggai: MUI Berperan Krusial Perkuat Moderasi Beragama
  • alternatif pembungkus
  • besek
  • daging kurban
  • daun jati
  • edukasi lingkungan
  • idul adha
  • konten ai
  • kudus
  • merdekaantara
  • ramah lingkungan
  • sampah plastik
  • sekolah peduli lingkungan
Artikel ini ditulis oleh
Editor Redaksi Merdeka
R
Reporter Redaksi Merdeka
Disclaimer

Artikel ini dihasilkan oleh AI berdasarkan data yang ada. Gunakan sebagai referensi awal dan selalu pastikan untuk memverifikasi informasi lebih lanjut sebelum mengambil keputusan.

Berita Terpopuler

Berita Terpopuler

Advertisement
Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.