Sindir SBY, PDIP sebut teror bom di era Jokowi berbeda karena ada ISIS
Menurut Andreas, ISIS punya tujuan untuk mengancam kedaulatan Indonesia dan mendirikan negara khilafah.
Ketua DPP PDIP Andreas Hugo Perreira menegaskan aksi terorisme yang terjadi di era pemerintahan Joko Widodo dan Susilo Bambang Yudhoyono jauh berbeda. Andreas menyebut, rentetan teror yang belakangan terjadi bukan bagian dari pengalihan isu karena ada campur tangan kelompok radikal ISIS.
"Dulu dan sekarang beda ya. Kalau sekarang ini kan dilakukan oleh ISIS ya," kata Andreas saat dikonfirmasi merdeka.com di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (24/5).
Aksi teror yang dilakukan ISIS, kata Andreas, sangat jelas terlihat di beberapa negara termasuk Indonesia. Menurutnya, ISIS punya tujuan untuk mengancam kedaulatan Indonesia dan mendirikan negara khilafah.
"Memang mereka punya ideologi dan sasaran target untuk membangun khilafah apa cita-cita dan perjuangan militansi yang tinggi. Dan itu sudah kelihatan," ungkapnya.
Sebelumnya, Presiden ke-6 Republik Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono menyatakan tak mau ikut-ikutan menuding aksi teror yang terjadi sebagai bentuk pengalihan isu seperti yang dilakukan pihak tertentu saat era kepemimpinannya. Pernyataan itu disampaikan melalui akun twitter pribadinya @SBYudhoyono pada Rabu (23/5) kemarin.
"Serangan teroris beberapa saat lalu nyata. Saya tak latah berkata 'ini pengalihan isu', seperti tuduhan sejumlah politisi kepada saya dulu yang 'asbun", tulis SBY di akun twitternya.
Saat rezim SBY, PDIP sebagai kubu oposisi kerap melontarkan kritik kepada pemerintah. Pada tahun 2011 silam, PDIP pernah menyebut rentetan teror bom buku merupakan pengalihan isu reshuffle Kabinet Indonesia Bersatu II.
Tudingan itu datang dari Trimedya Panjaitan yang saat itu masih berstatus sebagai anggota Komisi III dari Fraksi PDI Perjuangan.
"Ini pengalihan isu dari hiruk pikuk reshuffle yang sekarang ini sedang menjurus ke titik jenuh. Kelihatannya saja di permukaan tenang padahal di dalamnya tidak tenang. Kita khawatir hiruk pikuk seperti itulah membuat tiga kejadian terjadi dalam satu hari yakni teror bom itu, walaupun memang kelihatan daya ledaknya rendah," kata Trimedya.
Baca juga:
Senang ada PP THR dan gaji 13, SBY sarankan Jokowi juga keluarkan BLT
SBY & Prabowo akan bertemu, Gerindra ibaratkan sinyal koalisi Demokrat sudah 4G
Makin serius, Demokrat siapkan konsep koalisi dengan Gerindra
Ini reaksi Jokowi soal rencana pertemuan SBY-Prabowo
Airlangga ngaku sudah bicara dengan SBY soal dukungan ke Jokowi