Sidang Hasto: Penyelidik KPK Digeledah Anggota Polri saat Kejar Harun Masiku di PTIK
Arif mengaku digeledah secara personal. Ponsel miliknya pun turut disita oleh pihak polisi
Penyelidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Arif Budi Raharjo, mengungkap pengalaman mengejutkan saat memburu buronan Harun Masiku. Dalam kesaksiannya di sidang kasus Hasto Kristiyanto, Arif mengaku kehilangan jejak Harun di kompleks Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK).
“Lokasi terakhir dari yang bersangkutan diketahui berada di PTIK,” ujar Arif saat bersaksi di Pengadilan Tipikor Jakarta, Jumat (16/5).
Arif mengatakan, ia bersama tim diamankan oleh anggota Polri saat berada di kawasan PTIK. Mereka digiring ke ruangan khusus dan mobil operasional KPK turut digeledah.
“Kami diamankan anggota Polri dan mobil kami digeledah. Kami bertanya apakah ada surat tugasnya atau tidak? Namun tak ada jawaban,” katanya.
Tak hanya itu, Arif mengaku digeledah secara personal. Ponsel miliknya pun turut disita oleh pihak polisi. Ia memilih tak melakukan perlawanan karena khawatir terjadi sesuatu yang tidak diinginkan.
“Mereka juga meminta password ponsel, tapi tidak saya berikan karena mereka tak bisa menyerahkan surat tugas,” ucapnya.
Dilepaskan Setelah Direktur Penyidikan KPK Tiba
Arif menjelaskan, kehadirannya di PTIK sudah ia sampaikan secara terbuka kepada pihak pengamanan. Ia memastikan hanya menjelajahi area publik, seperti masjid dan ruang pertemuan.
“Kami sampaikan tujuan kami untuk mencari Harun Masiku tapi kami jelaskan hanya di ruang publik saja, ruang pertemuan dan masjid,” tutur dia.
Menurut Arif, situasi berubah ketika Direktur Penyidikan KPK bersama Paminal Polri datang ke lokasi pada malam hari. Setelah itu, anggota polisi yang menginterogasi dan menahan mereka langsung pergi.
“Menjelang tengah malam, direktur penyidik KPK dan seorang Paminal datang. Anggota yang menahan kami pergi tanpa pamit,” ungkap Arif.
Sebelum meninggalkan lokasi, tim KPK juga sempat menjalani tes urin, dan hasilnya seluruhnya negatif.
“Alhamdulillah, tes urin kami negatif semua,” kata Arif menutup kesaksiannya.