Siap Hadapi Arus Balik Nataru 2026, Terminal Kalideres Tambah Operasional Amari Transjakarta
Terminal Kalideres tingkatkan layanan dengan penambahan operasional Amari Transjakarta, antisipasi puncak arus balik libur Natal dan Tahun Baru 2026 untuk kenyamanan penumpang.
Terminal Bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) Kalideres, Jakarta Barat, melakukan penambahan operasional Angkutan Malam Hari (Amari) Transjakarta. Langkah ini diambil sebagai bagian dari persiapan menghadapi puncak arus balik libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2026. Penambahan layanan ini bertujuan untuk memastikan kelancaran mobilitas penumpang yang kembali setelah merayakan libur panjang.
Kepala Terminal Bus AKAP Kalideres, Nur Prasetyo, menjelaskan bahwa enam unit bus Amari telah disiapkan untuk melayani penumpang. Bus-bus ini akan beroperasi hingga pukul 05.00 WIB, memberikan fleksibilitas bagi para pemudik yang tiba pada malam hari. Kesiapan ini menunjukkan komitmen Terminal Kalideres dalam memberikan pelayanan terbaik selama periode krusial arus balik Nataru.
Prasetyo menambahkan bahwa jumlah unit Amari dapat ditambah sesuai kebutuhan apabila volume penumpang melebihi perkiraan. Puncak arus balik sendiri diprediksi akan terjadi mulai hari Sabtu, 3 Januari, hingga Minggu, 4 Januari 2026. Hal ini menunjukkan antisipasi yang matang dari pihak terminal untuk mengelola lonjakan penumpang.
Antisipasi Puncak Arus Balik dan Penurunan Penumpang
Puncak arus balik libur Nataru 2026 di Terminal Kalideres diperkirakan akan mencapai 1.000 hingga 1.300 orang per hari. Angka ini menjadi acuan bagi pihak terminal dalam menyiagakan fasilitas dan personel. Penambahan operasional Amari diharapkan dapat mengurai kepadatan dan memastikan semua penumpang mendapatkan transportasi lanjutan yang memadai.
Meskipun demikian, terdapat catatan menarik mengenai jumlah penumpang pada 2 Januari 2026. Dibandingkan dengan tahun sebelumnya, terjadi penurunan sekitar 9,56 persen, di mana tahun lalu pada tanggal yang sama tercatat 816 penumpang. Penurunan ini mungkin disebabkan oleh berbagai faktor, termasuk pergeseran jadwal mudik atau penggunaan moda transportasi lain.
Penurunan ini tidak menyurutkan kesiapsiagaan Terminal Kalideres. Justru, hal ini memberikan ruang bagi manajemen untuk lebih fokus pada kualitas layanan bagi penumpang yang tetap memilih bus AKAP. Fleksibilitas penambahan unit Amari menjadi kunci dalam menghadapi dinamika jumlah penumpang.
Layanan Pendukung dan Keamanan di Terminal
Selain penambahan operasional Amari, Terminal Kalideres juga tetap mengoperasikan posko terpadu dan posko kesehatan. Kedua posko ini berfungsi untuk memberikan pelayanan informasi, bantuan darurat, serta pemeriksaan kesehatan bagi penumpang dan awak bus. Keberadaan posko ini sangat vital untuk menjaga keamanan dan kenyamanan selama periode arus balik.
Dukungan keamanan juga diperkuat dengan penambahan jangka waktu Bantuan Kendali Operasi (BKO) dari TNI-Polri di Posko Terpadu. Personel gabungan ini akan bersiaga hingga 5 Januari 2026. Kehadiran aparat keamanan bertujuan untuk menciptakan suasana yang kondusif dan mencegah terjadinya tindak kejahatan atau gangguan ketertiban selama arus balik Nataru.
Langkah-langkah komprehensif ini menunjukkan upaya Terminal Kalideres dalam memastikan seluruh aspek operasional berjalan lancar. Mulai dari transportasi lanjutan hingga keamanan dan kesehatan, semua disiapkan demi kenyamanan para pemudik yang kembali ke Jakarta.
Sumber: AntaraNews