Siang Mencekam di Sungai Segati, Belasan Nyawa Melayang
Truk yang mengangkut 32 orang, termasuk anak-anak dan ibu-ibu, itu mengalami kecelakaan tragis.
Semilir angin berhembus di sungai Segati tengah hutan konsesi tanaman akasia PT Nusa Wana Raya Desa Segati Kecamatan Langggam Kabupaten Pelalawan. Di sungai itu, sebuah truk modifikasi bermuatan 32 orang termasuk sopir terjun bebas.
Sabtu, 22 Februari 2025, seharusnya menjadi hari yang biasa bagi para pekerja di area konsesi PT Nusa Wana Raya. Namun, siang itu berubah menjadi mencekam ketika sebuah truk Colt Diesel milik PT Empat Ras Bersaudara (ERB), subkontraktor perusahaan kayu akasia tersebut, terjun ke Sungai Segati.
Truk yang mengangkut 32 orang, termasuk anak-anak dan ibu-ibu, itu mengalami kecelakaan tragis. Mereka berniat berbelanja kebutuhan makanan sehari-hari ke pasar, yang jaraknya jauh dari barak tempat tinggal mereka.
Dalam perjalanan menuju lokasi pasar, truk tersebut menabrak dinding jembatan besi dan jatuh ke sungai yang dalam. Akibatnya, banyak penumpang yang terjebak di dalam truk yang tenggelam. Sungai Segati itu memiliki kedalaman 8 hingga 10 meter dengan kondisi air tenang di atas, dan arus bawah yang deras.
Perjalanan menuju lokasi kejadian pun tidak mudah. Tim dari merdeka.com membutuhkan waktu hingga 4,5 jam dari Kota Pekanbaru untuk mencapai Desa Segati, Kecamatan Langgam, Kabupaten Pelalawan. Sesampainya di sana, pemandangan memilukan tak terelakkan.
Kesaksian Korban
Amazeli Mendrova, salah satu korban selamat, menceritakan kisah pilunya. Meski berhasil menyelamatkan diri, ia kehilangan istri dan anak berusia 7 tahun yang terjebak di dalam truk. Kesedihan mendalam terpancar dari wajahnya saat menceritakan kejadian nahas tersebut.
Dia juga tak kuasa menahan air matanya yang menetes di pipi.Kondisi truk yang dimodifikasi dengan bangku di bak belakang dan atap besi tertutup memperparah keadaan. Para penumpang yang terjebak di dalamnya kesulitan untuk keluar saat truk tenggelam.
30 Orang di belakang berebut keluar dari dalam air, sedangkan 2 orang termasuk sopir terjebak di kabin truk.Mendrova, dalam kepanikannya, berusaha mencari jalan keluar, tetapi tidak berhasil menyelamatkan keluarganya.
"Dari rumah kami baik-baik saja, tapi saat sampai di jembatan, tiba-tiba saja mobil kami masuk ke dalam sungai," ujar Mendrova dengan suara bergetar.
Istrinya dan anaknya telah ditemukan dalam kondisi meninggal. "Saat truk tenggelam, saya sempat melihat anak saya," ucapnya dengan nada penuh harap.
Perusahaan Harus Tanggung Jawab
Kapolda Riau, Irjen Pol Mohammad Iqbal, berjanji akan mengawal proses tanggung jawab dari perusahaan terkait. Ia menekankan pentingnya pemulihan dan kompensasi bagi para korban, tidak hanya sekadar pertolongan.
"Saya minta kepada pihak perusahaan agar membantu secara maksimal. Bukan hanya sekadar melakukan upaya pertolongan, tetapi juga recovery," kata Iqbal di lokasi kejadian.
Iqbal meminta perusahaan untuk bertanggung jawab penuh atas kejadian ini. Karena itu, Iqbal menginstruksikan Wakil Bupati Pelalawan Husni Thamrin dan Kapolres Pelalawan AKBP Afrizal Asri untuk berkomunikasi dengan perusahaan guna memastikan semua kebutuhan korban terpenuhi, termasuk proses pemakaman dan asuransi.
"Saya akan awasi," tegasnya.
Korban saat kejadian total ada 32 orang. 17 orang selamat, 15 meninggal.Operasi pencarian sendiri dilakukan tim gabungan mulai dari Brimob, Basarnas, Polres Pelalawan, BPBD hingga tim dari PT NWR.
Pencarian dilakukan sejak awal truk dilaporkan kecelakaan tunggal pada Sabtu (22/2).
Daftar Korban
Kecelakaan terjadi diduga karena sopir truk, Maranata Zendrato mengantuk. Maranata ditemukan malam harinya di dalam kabin mobil dalam keadaan tewas.
Korban yang telah ditemukan dalam kondisi meninggal dunia adalah Triyanti Hia (3 tahun), Key (4 tahun), Mei Putri Cahaya Lase (4 tahun), Maranatha Zendrato (33 tahun), Solina Waruwu (30 tahun), dan Yanuarman Hulu (3 tahun).
Mereka semua beralamat di Mes/Barak PT ERB (Empat Ras Bersaudara) di Desa Segati.Kemudian Yusmidar Zendrato (38 tahun), Yasani Zebua (32 tahun), Setia Murni Wati Laia (31 tahun), Eferius Hia (36 tahun), Wildan Zebuah (5 tahun), Ciras Natalia (6 tahun), Noel (7 tahun), Arman Mendrofa (7 tahun), dan Aknel (7 tahun).
Mereka juga beralamat di Mes/Barak PT ERB di Desa Segati.Sebanyak 17 penumpang berhasil selamat dari kecelakaan tersebut. Mereka adalah Dameria Laoli (34 tahun), Yantonius Hulu (23 tahun), Taogomano Mendrofa (46 tahun), Jelisman Mendrofa (22 tahun), Arkian Zebua (28 tahun), Efriniwati Zai (24 tahun), Otonius Hulu (27 tahun), Yerniati Lahagu (26 tahun), Novayanti Lase (31 tahun), Febri (7 tahun), Fentis (6 tahun), Wian (7 tahun), Julius Hulu (23 tahun), Boala (25 tahun), Budiman Hulu (35 tahun), Roslina Nduru (43 tahun), dan Melianus Hulu (26 tahun).