LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Siang ini, perwakilan Facebook di Indonesia diperiksa Polri

Siang ini, perwakilan Facebook di Indonesia diperiksa Polri. Mabes Polri akan memeriksa perwakilan Facebook di Indonesia di Gedung Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri. Pemeriksaan itu terkait dugaan kebocoran data pribadi para pengguna Facebook.

2018-04-18 14:04:26
Skandal Facebook
Advertisement

Mabes Polri akan memeriksa perwakilan Facebook di Indonesia di Gedung Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri. Pemeriksaan itu terkait dugaan kebocoran data pribadi para pengguna Facebook.

"Saya dapat info dari Dir Siber bahwa siang ini dari Facebook akan datang ke Ditsiber di Tanah Abang, cuma dari Facebook kurang nyaman karena banyak wartawan, jadi wartawan juga ingin mengetahui apa yang terjadi nanti kita lihat perkembangannya seperti apa," kata Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Pol Setyo Wasisto di Mapolda Metro Jaya, Rabu (18/4)

Dalam pemanggilan ini, polisi akan bertanya perihal kebocoran data tersebut. "Iya terkait dengan kebocoran data ya nanti kita lihat Ditsiber meminta keterangan apa saja nanti akan kita cek ya," pungkasnya.

Advertisement

Sebagaimana diketahui, berdasarkan siaran pers Facebook, Rabu (4/4), mereka mengakui bahwa terdapat 87 juta data yang dimungkinkan disalahgunakan oleh Cambridge Analytica.

Dari 87 juta data yang kebobolan, sebagian besar adalah pengguna Facebook dari Amerika Serikat atau sekitar 81,6 persen data disalahgunakan. Selain Amerika Serikat, ada beberapa negara termasuk Indonesia.

Indonesia masuk urutan ketiga data yang disalahgunakan. Sekitar 1,3 persen dari 87 juta. Di atas Indonesia, ada Filipina yang kemungkinan besar. Penyalahgunaan data pengguna dari negeri itu sekitar 1,4 persen. Selain ketiga negara itu di antaranya Inggris, Mexico, Kanada, India, Brazil, Vietnam, dan Australia.

Advertisement

Baca juga:
4 Poin penting DPR usai bertemu Facebook
Pemerintah pernah blokir Telegram, kenapa Facebook tidak bisa?
Facebook terus investigasi skandal Cambridge Analytica
Rapat dengan Facebook, anggota DPR bilang 'pendiri Anda saja mengaku salah'
DPR minta Facebook segera selesaikan audit aplikasi

(mdk/eko)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.