LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Setelah Komnas HAM, giliran KPK serang balik Fahri Hamzah

Setelah Komnas HAM, giliran KPK serang balik Fahri Hamzah. Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Agus Rahardjo menilai ocehan Fahri tidak penting. Bahkan dia menyebut Fahri telah melecehkan hukum.

2017-07-06 08:30:00
Fahri Hamzah vs KPK
Advertisement

Pernyataan Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah memantik kemarahan dua pimpinan lembaga semi negara. Secara terang-terangan Fahri mengusulkan agar Presiden Joko Widodo membubarkan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan Komnas HAM.

Untuk KPK, menurut Fahri, perlu dibubarkan banyak kasus korupsi yang digarap KPK hanya sekadar permainan semata. Dia mencontohkan, kasus korupsi e-KTP hanya permainan antara mantan mantan Bendahara Umum Partai Demokrat M Nazaruddin, Penyidik Senior KPK Novel Baswedan dan Ketua KPK Agus Rahardjo.

"Itu Agus Rahardjo terlibat e-KTP, percaya deh, bohong itu. Jadi Anda jangan curigai lagi angket ini soal e-KTP lagi, ini memang bohong (kasus korupsi) e-KTP, enggak ada, selesai, masa ada rugi Rp 2,3 T dari mana ruginya? Siapa yang ngomong itu rugi?" kata Fahri di Gedung DPR, Jakarta, Selasa (4/7).

Advertisement

Sedangkan Komnas HAM, Fahri menilai keberadaannya juga tak diperlukan. Menurutnya, Komnas HAM layak dibubarkan karena tak ada lagi yang berani melakukan pelanggaran hak asasi manusia. Apalagi, urusan hak asasi manusia telah diurusi Kementerian Hukum dan HAM lewat Dirjen HAM.

"Komnas HAM seperti yang terjadi kepada KPK. Ada tren, menurut saya, kejadiannya begini. Lembaga-lembaga ini sebetulnya sudah tidak diperlukan karena pada dasarnya negara telah mengalami konsolidasi demokrasi dan penguatan institusinya secara baik," katanya di Gedung DPR, Jakarta, Senin (3/7).

Pernyataan itu memicu kemarahan. Komisioner Komnas HAM Natalius Pigai menilai Fahri tidak mengerti tugas Komnas HAM dan asal bunyi alias asbun dalam melontarkan pernyataan.

Advertisement

"Kalau Fahri Hamzah itu kan asbun lah ya, asal bunyi. Jadi dia enggak paham bahwa Komnas HAM mengawasi pelaksanaan kemajuan dan perlindungan yang dilakukan pemerintah. Dirjen HAM itu mengkoordinir aspek HAM yang terkait ketenagakerjaan, pendidikan, kesehatan dan sebagainya," kata Pigai di Gedung DPR, Jakarta, Selasa (4/7).

Setelah pernyataan pedas komisioner Komnas HAM, giliran pimpinan lembaga antirasuah balik menyerang Fahri. Adalah Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Agus Rahardjo yang menilai ocehan Fahri tidak penting. Bahkan dia menyebut Fahri telah melecehkan hukum.

"Itu kan artinya melecehkan pengadilan, pengadilan sedang berjalan. Bukti-bukti sudah banyak diungkap, kalau itu kemudian sebagai omong kosong. Itu pengadilannya dilecehkan, jadi biar hukum berjalan saja," kata Agus di KPK, Rabu (5/7).

Tak kalah menarik:
Serangan menohok komisioner Komnas HAM ke Fahri Hamzah
Komnas HAM dan KPK bikin dongkol Fahri Hamzah

Baca juga:
Fahri Hamzah minta Komnas HAM & KPK dibubarkan karena tak berguna
Komnas HAM sebut ada pihak adu domba kelompok agama dan pemerintah
Calon anggota Komnas HAM, kelompok radikal sampai penjahat seksual
Komnas HAM dan KPK bikin dongkol Fahri Hamzah
Komisioner Komnas HAM: Fahri Hamzah asal bunyi!
Komnas HAM sebut Fahri mau Indonesia kembali jadi negara otoriter

(mdk/noe)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.