Setahun disetubuhi kakak ipar, Bunga hamil dan putus sekolah
Orangtua Bunga mengaku tak pernah tahu anaknya diperlakukan seperti itu.
Selama sembilan bulan menutupi aib kehamilan, akhirnya terkuak juga. Bunga (12) bukan nama sebenarnya, melahirkan bayi prematur di rumahnya, Kelurahan Lelateng, Kota Negara, Kabupaten Jembrana, Bali.
Saat dibawa ke rumah sakit terdekat, barulah diketahui kalau siswi kelas 1 (sekarang XIII) SMP ini mengandung akibat perbuatan Ilham (35). Dia tidak lain kakak ipar Bunga.
Informasi didapat, Ilham yang asal Desa Air Kuning, Jembrana tinggal indekos di dekat rumah korban. Dia menyetubuhi Bunga berkali-kali sejak setahun lalu secara paksa. Akibatnya, Bunga hamil dan harus melahirkan secara prematur di rumahnya dengan bantuan bidan bersalin.
Anehnya, pihak keluarga justru mengaku tidak tahu tentang hal ini. Bahkan selama itu, Bunga tidak sekolah lagi lantaran perutnya membuncit. Dia juga tak pernah keluar rumah.
"Kami sama sekali tidak tahu kalau keponakan kami hamil. Kedua orang tuannya juga tidak tahu. Tiba-tiba dia (korban) sudah melahirkan," kata paman korban, Gusti Kade Suriasa (45), di Jembrana, Senin (2/11).
Begitu Bunga melahirkan, Suriasa dan kedua orangtua langsung menanyai Bunga, soal siapa yang telah menghamilinya. Dari pengakuan Bunga, akhirnya terungkap itu akibat perbuatan Ilham.
"Yang membuat kami jengkel pelaku tenang-tenang saja. Apalagi pelaku sudah punya istri dua dan salah satunya kakaknya korban. Pelaku harus bertanggung jawab atas perbuatannya," ujar Suriasa.
Karena itulah, orangtua Bunga melalui Suriasa melaporkan kasus itu ke Polres Jembrana. Dia berharap pelaku bisa dihukum seberat-beratnya.
"Ponakan saya melahirkan seminggu lalu dan bayinya laki-laki. Sekarang dia belum sehat betul dan saya berharap ponakan saya bisa melanjutkan sekolah," ucap Suriasa.
Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Jembrana, AKP Gusti Made Sudarma Putra, membenarkan pihaknya telah menerima laporan terkait kasus itu.
"Kami masih melakukan pemeriksaan secara intensif dan pelaku juga sudah kami amankan tadi. Nanti perkembangannya akan kami sampaikan," kata Sudarma.
Baca juga:
Cabuli 11 anak, Maskur curhat ke menteri malu jomblo dan belum nikah
Iming-imingi uang Rp 20.000, Abas cabuli tiga bocah sekitar rumahnya
Ditemui menteri, pencabul 15 anak pilih dihukum mati daripada kebiri
Menteri Yohana usul kebiri hanya sebagai treatment bukan punishment
Ini bedanya kebiri kimiawi dan permanen, ada efek sampingnya juga