Sesak Napas, Satu Calon Haji Asal Mamuju Meninggal Dunia di RSUP Wahidin Makassar
Saat di Asrama Haji Sudiang Makassar, kondisi kesehatan Syamsuddin mengalami penurunan.
Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Makassar mengonfirmasi bahwa satu jemaah calon haji (JCH) meninggal dunia di Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Wahidin Sudirhusodo Makassar. JCH meninggal dunia atas nama Syamsuddin P Launang (56) asal Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat.
Ketua PPIH Embarkasi Makassar yang juga Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Sulawesi Selatan, Ikbal Ismail menyampaikan duka cita atas meninggalnya satu JCH kelompok terbang (kloter) 19 asal Kabupaten Mamuju, Sulbar.
"Kami ucapkan Innalillahi Wa Innailaihi Rojiun. Kami turut berduka cita atas nama PPIH Embarkasi Makassar atas meninggalnya Bapak Syamsuddin P Launang, kloter 19 dari Kabupaten Mamuju," ujarnya kepada wartawan di Asrama Haji Sudiang Makassar, Rabu (6/5).
Ikbal mengatakan, almarhum sebelumnya sudah diterima oleh PPIH Embarkasi Makassar di Aula Arafah Asrama Haji Sudiang Makassar, Senin (4/5). Namun, saat di Asrama Haji Sudiang Makassar, kondisi kesehatan Syamsuddin mengalami penurunan.
"Almarhum dirujuk ke (RSUP) Wahidin dan mendapatkan perawatan selama 7 jam. Namun, Allah akhirnya memanggil beliau (meninggal dunia)," tuturnya.
Ikbal mengungkapkan Syamsuddin meninggal dunia akibat penyakit sesak napas yang dideritanya. Syamsuddin meninggal pada pukul 22.00 Wita, Selasa (5/5) kemarin. "Dokter yang menangani bilang almarhum meninggal karena penyakit sesak napas," kata dia.
Jenazah Dijemput Keluarga
Ikbal mengaku jenazah almarhum telah dijemput oleh sanak keluarganya untuk dimakamkan di Kabupaten Mamuju, Sulbar. "Kebetulan almarhum punya keluarga yang mengantar. Dan pada saat meninggal ada keluarganya yang mendampingi. Posisi pada saat ini sudah dibawa ke Mamuju untuk dikebumikan," ucapnya.
Ikbal menambahkan, PPIH Embarkasi Makassar sudah meminta kepada Kemenhaj Sulbar untuk dilakukan penggantian. Ikbal mengaku nantinya porsi almarhum akan digantikan oleh ahli warisnya untuk dimasukkan dalam kuota haji tahun 2027.
"Kemarin seat-nya kosong ya. Kami ajukan untuk penggantian sesuai dengan nomor urut porsi," kata dia.
Sementara itu terkait proses penerimaan dan pemberangkatan, Ikbal mengatakan saat ini sudah masuk kloter 22 yang masuk di Embarkasi Makassar. Ikbal mengungkapkan saat ini sudah 7.849 JCH yang diberangkatkan ke Tanah Suci, Arab Saudi.
Proses Pemberangkatan
Direktur Pengawasan Haji Reguler Kemenhaj RI, Rudi Nuruddin Ambary mengatakan proses penerimaan dan pemberangkatan JCH di Embarkasi Makassar berjalan dengan baik. Ia menyebut PPIH Embarkasi Makassar meminimalisir permasalahan dan kekurangan.
"Alhamdulillah semuanya selama saya hadir dari kemarin sampai tadi, semuanya berjalan sangat rapi di sini," kata dia.
Meski demikian, Rudi memberikan catatan kepada PPIH agar mempercepat proses pelepasan dan pemberangkatan JCH. Rudi tak ingin JCH menunggu terlalu lama untuk diberangkatkan.
"Catatannya, kita meminta kepada setiap embarkasi dalam pelaksanaan pelepasan itu jangan sampai terlalu berlarut-larut. Jadi jangan sampai yang memberikan sambutan terlalu banyak, karena energi jemaah itu kan dibutuhkan nanti," tegasnya.
Rudi juga mengapresiasi pelayanan Mekkah Route di Bandara Internasional Hasanuddin. Ia menyebut dengan adanya Mekkah Route, proses pemeriksaan paspor JCH lebih cepat.
"Nah, itu sangat luar biasa membantu, sehingga jemaah itu bisa lebih cepat prosesnya nanti ketika sampai di Arab Saudi. Jadi saat tiba di Arab Saudi tidak ada lagi proses imigrasi," ucapnya.