LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Serpihan Lion Air JT610 akan dipindahkan ke BTKP untuk diselidiki

KNKT diberikan waktu satu tahun untuk menyelidiki sebab jatuhnya pesawat berdasarkan serpihan yang ditemukan termasuk black box.

2018-11-05 18:31:00
Lion Air Jatuh
Advertisement

Proses evakuasi pesawat Lion Air JT610 di perairan Tanjung Karawang diperpanjang tiga hari ke depan. Untuk serpihan pesawat yang sudah ditemukan sebelumnya dan diletakkan di JICT 2 Tanjung Priok akan dipindah ke Balai Teknologi Keselamatan Pelayaran.

"Ini roda bagian depan, kawat putih itu strukturnya landing gear, kawat penyangga rodanya, kalau ban pesawat kan naik turun tuh, nah itu strukturnya yang nempel ke roda. Ini dibawa ke BTKP Kalijapat, Jakarta Utara," kata Investigator KNKT, Ardi Gunawan, di JICT 2, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Senin (5/11).

Kemudian, barang-barang itu akan diperiksa dan diteliti oleh ahli. "Diselidiki, cuma nanti. Yang penting itu kan cuma yang FDR dan CVR dibawa ke kantor KNKT. Selain itu kita bawa ke BTKP, karena kan kita enggak ada tempat, kita kan masih numpang. Jadi dipindahin dulu ke BTKP," ungkapnya.

Advertisement

Dia menambahkan, KNKT diberikan waktu satu tahun untuk menyelidiki sebab jatuhnya pesawat berdasarkan serpihan yang ditemukan termasuk black box.

"Diselidikinya (black box) sambil berjalan kita kan diberikan waktu satu tahun untuk periksa semua. Itu Flight Direction itu lampu, sama ELT tadi," pungkasnya.

Sebelumnya, Tim SAR gabungan kembali menemukan bagian dalam dari Pesawat Lion Air dengan kode penerbangan JT 610 yang terjun bebas di perairan Tanjung Karawang, Jawa Barat. Alat yang ditemukannya itu yakni Emergency Locator Transmiter (ELT).

Advertisement

"Ini hasil yang ditemukan kemarin oleh penyelam gabungan yang di bawah koordinator basarnas, cuma karena waktunya jadi baru kita turunkan hari ini. Ini ada Emergency Locator Transmiter (ELT), dia posisinya di kokpit dengan satu lagi ada flight direction untuk menentukan arah penerbangan," kata Komandan Satuan Kapal Amfibi Koarmada I Kolonel Laut (P) Bambang Trijanto di JICT 2, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Senin (5/11).

Ia pun menjelaskan, ELT itu ditemukan di kedalaman 30 meter dari permukaan air Tanjung Karawang. Selain ELT juga tim SAR gabungan telah menemukan roda pesawat.

"Itu sudah tertimbun juga dengan pasir dan lumpur di kedalaman 30 meter. Yang selebihnya adalah roda pesawat lengkap dengan dudukannya, sama dengan kedalaman 30 meter juga. Lokasinya disekitar kita menemukan FDR," jelasnya.

Baca juga:
Dodi tak pernah jual nama bapaknya yang juga jaksa selama berkarir di kejaksaan
Luapan kesal dan kecewa keluarga korban saat bertemu pemerintah dan pihak Lion Air
Keluarga usul penyelam yang evakuasi korban Lion Air terima penghargaan
Menhub Budi: Sanksi untuk Lion Air mengarah ke manajemen, bukan rute
Jasa Raharja Banten akan serahkan 1,5 miliar untuk 31 korban Lion Air
Sampaikan pemaparan di depan keluarga korban, Kepala Basarnas berurai air mata
Doa bersama, tangis keluarga korban pecah saat evaluasi Lion Air

(mdk/lia)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.