Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Dodi tak pernah jual nama bapaknya yang juga jaksa selama berkarir di kejaksaan

Dodi tak pernah jual nama bapaknya yang juga jaksa selama berkarir di kejaksaan Pemakaman Dodi Korban Lion Air. ©2018 Liputan6.com

Merdeka.com - Muhamad Sidik tak mampu menceritakan semua kenangan bersama sang anak, Dodi Junaedi, semasa hidup. Terlalu banyak kenangan Sidik bersama anaknya yang merupakan jaksa muda itu sebelum menjadi salah satu korban meninggal kecelakaan pesawat Lion Air di perairan Karawang, Jawa Barat, Senin (29/10) lalu itu.

Namun ada satu hal yang membuat pria paruh baya itu bangga terhadap anaknya. Selama berkarir di Korps Adhyaksa, kata Sidik, Dodi tidak pernah menjual namanya yang merupakan pensiunan jaksa.

"Dia pernah ngomong sama saya, kalaupun saya berprestasi ada penghargaan dari atasan atau yang lain-lain, saya nggak mau atasan itu kenal bapak atau kawan bapak," ujar Sidik mengenang ucapan anaknya usai pemakaman di Bintaro, Jakarta Selatan, Senin (5/11).

Meski begitu, tak sedikit atasan Dodi yang akhirnya mengetahui latar belakang keluarganya. Saat ditanya kenapa tidak cerita, Dodi, hanya tersenyum.

"Memang dia enggak mau jual nama bapaknya yang jaksa juga," kata Sidik.

pemakaman dodi korban lion air

Dodi dikenal sebagai pekerja yang ulet dan tidak banyak bicara. Dia juga menjadi salah satu jaksa andalan hingga mendapat promosi jabatan sebagai Kepala Seksi Pidana Khusus Kejaksaan Negeri Pangkalpinang sekitar tujuh bulan lalu.

Di lingkungan keluarga, Dodi dikenal sangat baik dan perhatian. Banyak cara yang dia lakukan untuk menyenangkan hati kedua orangtuanya.

Hubungannya dengan ayah sangat dekat. Bahkan hampir seperti seorang sahabat. Beberapa kali keduanya terlibat diskusi soal perkara yang tengah ditangani. Maklum, Sidik yang lebih senior cukup kenyang pengalaman menangani perkara di kejaksaan.

"Ada sesekali pernah. Terlalu sering pun enggak. Sebenarnya dia cukup handal ya mengatasi perkara-perkara, saya pikir malah lebih hebat dia daripada saya," ucap pensiunan yang terakhir menjabat sebagai Wakil Kepala Kejaksaan Tinggi Kalimantan Timur itu.

Jaksa Dodi Junaedi merupakan salah satu korban pesawat Lion Air JT-610 tujuan Jakarta-Pangkalpinang yang jatuh di perairan Karawang, Jawa Barat pada Senin pagi lalu. Jenazah Dodi berhasil diidentifikasi tim DVI di RS Polri Kramatjati, Jakarta Timur bersama beberapa korban lainnya, Minggu 4 November 2018.

Sang jaksa menghadap Sang Khalik dengan meninggalkan seorang istri dan tiga anak yang masih duduk di bangku kelas 1 SMP, 6 SD, dan 2 SD. Kini jasad Dodi telah dimakamkan di Pemakaman Wakaf Jalan Seroja, Kelurahan Bintaro, Jakarta Selatan.

Sebagai penghormatan dan penghargaan atas pengabdiannya, Kejaksaan Agung memberikan kenaikan pangkat setingkat lebih tinggi dari Jaksa Muda menjadi Jaksa Madya Anumerta.

Reporter: Nafiysul QodarSumber: Liputan6.com

(mdk/gil)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP