LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Serda Ilman tertembak Brimob, Panglima minta prajurit TNI tak dendam

Dia menyakini Sat Bravo Brimob merasa bersalah lantaran Serda Ilman tertembak yang juga menjalankan Satgas Tinombala.

2016-07-28 12:00:27
Panglima TNI Gatot
Advertisement

Panglima TNI, Jenderal Gatot Nurmantyo, meminta seluruh prajurit tidak dendam atas meninggalnya Serda Muhammad Ilham yang tertembak Sat Bravo Brimob dalam menjalankan Satgas Tinombala di Poso, Sulawesi Tengah. Sebab, Sat Bravo Brimob tak mempunyai niat untuk membunuh Serda M Ilman satuan Sandhi Yudha Kopassus.

"Saya perintahkan seluruh prajurit tidak ada yang menyampaikan pernyataan pers tentang ini. Saya ulangi. Tugas Satgas Tinombala, teman tim bravo tidak ada niat membunuh, tapi tertembak. Mereka sama-sama kerja untuk keberhasilan. Saya prajurit, mengalami hal seperti ini tidak ada kata-kata dendam," kata Jenderal Gatot Nurmantyo saat jumpa pers di Kemenko Polhukam, Jakarta, Kamis (28/7).

Meski demikian, pihak TNI dan Polri telah mengirimkan tim investigasi terkait meninggalnya Serda Ilham. Dia meminta semua menunggu hasil investigasi tersebut.

"Ini saya sampaikan sehingga tidak ada simpang siur lagi kejadian seperti itu kita tunggu hasil investigasi. Biarkan tim tinombala menjadikan momen tertangkapnya Santoso untuk melanjutkan tugas pemberantasan," kata dia.

Dia menyakini Sat Bravo Brimob merasa bersalah lantaran Serda Ilman tertembak yang juga menjalankan Satgas Tinombala. "Karena kejadian seperti ini pun merupakan hukuman luar biasa bagi tim Bravo. Menembak teman sendiri itu merupakan hukuman luar biasa, seumur hidup," kata dia.

Atas insiden tersebut, dia meminta prajurit terus melanjutkan operasi Satgas Tinombala untuk memburu sisa kelompok Santoso 18 orang. Dia juga mengimbau sisa kelompok Santoso untuk menyerahkan diri.

"Kalau diproses hukum, pasti. Dan ada peluang untuk minta grasi. Tapi kalau di hutan akan kita kejar sampai manapun juga. Percayalah, bahwa tidak ada tempat yang aman bagi teroris di Indonesia selama TNI dan Polri bersama-sama," ujar dia.

Baca juga:
Panglima TNI: Serda Ilham meninggal sahid untuk negara dan agama
Jenazah TNI tewas baku tembak di Poso telah dievakuasi
Umi Delima sempat melahirkan dalam masa pelarian bersama Santoso
Sepak terjang Santoso, dari angkat senjata hingga tewas di Tambarana
Bulan Ramadan, Santoso diminta menyerahkan diri
Demi hemat anggaran, operasi Tinombala diminta segera dituntaskan
Polisi janji Santoso tak bakal disiksa jika menyerah

(mdk/lia)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.