Sepekan bom Kampung Melayu, keluarga Briptu Gilang masih berduka
Sepekan bom Kampung Melayu, keluarga Briptu Gilang masih berduka. Sarjono mengaku hingga saat ini masih terbayang wajah anak sulungnya itu. Ia mengaku sangat bangga dengan almarhum yang meninggal saat menjalankan tugas.
Sepekan peristiwa bom bunuh diri di Kampung Melayu, keluarga Briptu Imam Gilang Adinata masih berduka. Meski telah mengikhlaskan, dedua orangtua almarhum, pasangan Muhammad Sri Sarjono dan Ening Wiyati mengaku belum bisa melupakan putra kebanggannya itu.
Kesedihan masih dirasakan oleh keluarga,salah satunya ayah Almarhum yakni Muhammad Sri Sarjono.
"Gilang itu anak yang patuh, benar-benar nurut dengan orang tua. Kalau berangkat kerja ya selalu berpamitan. Bapak, ibu, saya berangkat dulu, assalamu'alaikum," ucap Sarjono menirukan anaknya.
Sarjono mengaku hingga saat ini masih terbayang wajah anak sulungnya itu. Ia mengaku sangat bangga dengan almarhum yang meninggal saat menjalankan tugas.
"Saya bangga pada Gilang dan saya menganggap dia sebagai pahlawan polisi muda," tandasnya.
Sarjono menambahkan, sebenarnya setelah lebaran tahun ini almarhum berencana akan melamar kekasihnya. Namun ternyata takdir berkata lain. Ia berharap Kepolisian untuk lebih waspada dan mengungkap dalang teroris tersebut.
Baca juga:
Antisipasi bom, halte Transjakarta dilengkapi metal detector
Usai operasi, kondisi sopir Kopaja korban bom bunuh diri belum pulih
Pria yang sebut bom Kampung Melayu rekayasa minta maaf ke Kapolri
Mengurai jaringan teror bom di Kampung Melayu
Jenazah teroris Kampung Melayu dikubur di TPU Pondok Rangon
Mendatangi TPU Pondok Rangon, tempat jasad para teroris 'berkumpul'
Firasat Susi korban bom Kampung Melayu