LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Seorang Sekuriti di Samarinda Cabuli 2 Bocah SD

Robinson Rantelinggi (33), sekuriti yang tinggal di kawasan Selili Samarinda, diringkus polisi, Senin (17/6). Dia mencabuli 2 bocah laki-laki anak tetangganya dengan iming-iming diberi uang Rp 5.000. Robinson juga diduga mencabuli empat bocah lain.

2019-06-18 00:07:00
pencabulan
Advertisement

Robinson Rantelinggi (33), sekuriti yang tinggal di kawasan Selili Samarinda, diringkus polisi, Senin (17/6). Dia mencabuli 2 bocah laki-laki anak tetangganya dengan iming-iming diberi uang Rp 5.000. Robinson juga diduga mencabuli empat bocah lain.

Kasus ini terbongkar Minggu kemarin, setelah Robinson tepergok keluarga korban. Dia kemudian mengaku telah berbuat tidak senonoh dengan korban yang masih duduk di bangku SD.

"Ada dua anak. Satu korban 6 kali (mencabuli) dan korban kedua 2 kali," kata Robinson ditemui wartawan di Mapolsek Samarinda Kota, Jalan Bhayangkara.

Advertisement

Usai mencabuli dua korban, Robinson juga kerap memberikan uang Rp 5.000 kepada korban, meski korban sempat berteriak. "Kurang tahu juga kenapa saya bisa begitu," kilahnya.

Sementara Kapolsek Samarinda Kota Kompol Nur Kholis menerangkan, korban memang tinggal bertetangga dengan kedua korban. "Korban indekos sekitar rumah tinggal korban, jadi kita tangkap di kosnya. Info sementara, ada enam korban. Baru dua anak yang melapor," terang Kholis.

Pelaku diketahui bercerai dari istrinya, yang kini tinggal di kampung halaman. Dari pernikahannya itu, pelaku dikaruniai seorang anak. "Jadi, setiap habis melakukan itu, pelaku sering bilang ke korban jangan bilang siapa-siapa," sebut Kholis.

Advertisement

Sementara ini, pelaku diduga mengidap paedofilia. "Ada dugaan pelaku ini mengalami kelainan, diduga paedofil. Penyidik menerapkan Undang-undang Perlindungan Anak. Sementara baru diketahui ada dua anak jadi korban. Kita kembangkan terus karena saya yakin akan terus berkembang," demikian Kholis.

Baca juga:
Diduga Cabuli Murid di Lab Sekolah, Tiga Guru SMP di Serang Dipolisikan
Buron Dua Bulan, Pelaku Pencabulan Adik Ipar di Kebun Sawit Dibekuk
Berdalih Ritual Agar Dapat Jodoh Kaya, Pria di Musi Rawas Cabuli Dua Putrinya
Pamit Belajar Kelompok Tapi Malah Pesta Miras, Siswi SMP Jadi Korban Pencabulan
5 Anak Korban Perilaku Seksual Menyimpang di Garut Ditangani LPKS
Pelaku Pemerkosaan Ditangkap saat Mengintip Orang Mandi

(mdk/cob)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.