LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Seorang PDP Covid-19 Meninggal Saat Dirawat di RSUP Wahidin Makassar

AR (52), seorang dengan status pasien dalam pengawasan (PDP) Covid-19 meninggal dunia pada Sabtu (28/3) sekira pukul 21.00 WITA. Salah satu anggota keluarga, Jufri menuturkan awal mula AR dirawat di RSUP Dr Wahidin Sudirohusodo Makassar itu pada Kamis (26/3), dan langsung ditangani dengan baik di ruang isolasi.

2020-03-31 09:54:24
Corona di Indonesia
Advertisement

AR (52), seorang dengan status pasien dalam pengawasan (PDP) Covid-19 meninggal dunia pada Sabtu (28/3) sekira pukul 21.00 WITA. Salah satu anggota keluarga, Jufri menuturkan awal mula AR dirawat di RSUP Dr Wahidin Sudirohusodo Makassar itu pada Kamis (26/3), dan langsung ditangani dengan baik di ruang isolasi.

Selama dalam perawatan, AR terus dipantau kesehatannya oleh tim dokter. Sehari kemudian, atau Jumat (27/3), dokter mengambil contoh lendir di tenggorokan untuk dilakukan pemeriksaan di laboratorium.

Sebelum hasil laboratorium itu keluar, pasien mengembuskan napas terakhirnya pada Sabtu (28/3) sekitar pukul 21.00 WITA.

Advertisement

Jenazah pasien kemudian diurus sesuai dengan standar badan kesehatan dunia (WHO) dengan membungkusnya menggunakan plastik bening berlapis-lapis, serta memasukkan dalam peti jenazah.

Jenazah AR disalatkan kemudian dibawa ke Tempat Pemakaman Umum (TPU) Antang sekitar pukul 01.00 WITA, dengan dikawal beberapa orang dokter termasuk keponakan dari pasien yang bekerja di RSUP Wahidin Sudirohusodo Makassar.

"Ahad dini hari dengan dikawal oleh beberapa orang dokter karena kebetulan keponakan juga dokter di rumah sakit Wahidin membawa jenazah ke tempat pemakaman. Tapi karena ada penolakan, sehingga jenazah dibawa kembali ke RSUP Wahidin untuk dicarikan tempat pemakaman lainnya," kata Jufri kepada wartawan, Senin (31/3). Dikutip dari Antara.

Advertisement

Setelah penolakan itu, lanjut Jufri, pemerintah melalui anggota Satgas Penanganan Covid-19 ini turun tangan mengurus jenazah, hingga akhirnya dikebumikan di TPU Antang Makassar pada Ahad (29/3), pukul 06.00 WITA.

"Saat berada di RSUP Wahidin itu, keponakan saya yang dokter bersama dokter lainnya serta anggota TNI berkoordinasi dengan seorang ustaz agar pemakaman dipindahkan. Alhamdulillah, proses berjalan lancar dan pemakaman dikawal ketat oleh tujuh orang TNI," tuturnya.

Jufri menerangkan, selama dalam penanganan dokter, kakaknya mendapat perhatian dari anggota tim medis, dia juga atas nama keluarga mengucapkan banyak terima kasih atas perawatan yang diberikan terkhusus RSUP Wahidin Sudirohusodo.

Ia juga saat ini telah mengikuti protokol kesehatan oleh pemerintah dengan melakukan isolasi mandiri bersama seluruh anggota keluarga yang melakukan kontak langsung dengan pasien PDP AR. "Sampai hari ini, Selasa (31/3) pagi, kami dari pihak keluarga belum menerima hasil pemeriksaan laboratorium mengenai swab tenggorokan itu, jadi statusnya hingga meninggal dunia masih PDP," ucapnya.

Baca juga:
Kisah Darurat Sipil dari Aceh dan Maluku
Pria Malaysia Jadi Hantu Untuk Takuti Orang Agar Tak Keluar Rumah Saat Pandemi Corona
Per 29 Maret, Ada 1.332 UMKM Terganggu Bisnisnya Akibat Virus Corona
5 Manfaat Brokoli untuk Kesehatan, Efektif Bantu Detoksifikasi Tubuh
Jokowi Tolak Permintaan Anies Baswedan Buat Karantina Jakarta
Bukan Darurat Sipil, Jaga Jarak Plus Sanksi Dinilai Efektif Lawan Corona

(mdk/cob)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.