LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Seorang Nelayan di Flores Timur Hilang Usai Ditabrak Kapal Cepat

Sulaiman Apang, nelayan asal Lohayong, Solor Timur, Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur tercebur ke laut setelah kapal yang dikemudikannya ditabrak kapal cepat Fantasi Express 88, tujuan Larantuka-Waiwerang-Lewoleba, Sabtu (31/8).

2019-09-01 09:01:00
Kapal Tenggelam
Advertisement

Sulaiman Apang, nelayan asal Lohayong, Solor Timur, Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur tercebur ke laut setelah kapal yang dikemudikannya ditabrak kapal cepat Fantasi Express 88, tujuan Larantuka-Waiwerang-Lewoleba, Sabtu (31/8).

Kecelakaan laut ini terjadi di perairan Watan Pao, Desa Beloto, Kecamatan Adonara Timur. Akibatnya, perahu milik Sulaiman hancur berantakan, sementara korban hingga saat ini belum diketahui keberadaannya usai peristiwa nahas itu.

Kapolres Flores Timur AKBP Deny Abrahams membenarkan kejadian tersebut. Menurutnya, hingga saat ini korban belum ditemukan dan pencarian akan kembali dilakukan Minggu (1/9). "Kejadian jam 13.25 WITA, kapten kapal sudah kita amankan di Polres," katanya.

Advertisement

Salah satu warga Flores Timur yang ingin namanya disamarkan (BIL) kepada merdeka.com berharap agar pihak kepolisian setempat segera mengamankan kapal cepat Fantasi Express 88 sebagai barang bukti, karena setelah kejadian kapal tersebut masih berlayar hingga Lewoleba, Lembata.

"Setelah tabrakan yang memakan korban, kapal fantasi masih bisa berlayar sampai ke Lewoleba, ini menjadi indikasi buruk bagi kami nelayan kecil di selat Solor. Bagaimana mungkin sebuah barang bukti dari sebuah kecelakaan dibiarkan berlayar keluar dari wilayah Flores Timur," tegasnya.

Ia menambahkan, pihak terkait agar mengevaluasi kembali rute kapal cepat di selat Solor, mengingat banyaknya kapal nelayan kecil yang mencari ikan di perairan itu.

Advertisement

"Kami mewakili nelayan kecil di Solor khususnya di Lohayong meminta kepada pihak terkait, agar ke depan mengevaluasi kembali izin rute. Di selat Solor banyak sekali nelayan dengan kapal ber-cc kecil mencari ikan sehingga tidak menutup kemungkinan kejadian seperti ini akan terulang lagi," harap BIL.

Baca juga:
Basarnas Evakuasi Penumpang KM Rahmat Pantura di Perairan Wakatobi
Kapal Kargo Berpenumpang 25 Orang Hilang di Perairan Pulau Buru
Tim Basarnas Balikpapan Bantu Evakuasi Korban KM Santika Terbakar di Masalembo
Kebakaran KM Santika Nusantara, 286 Selamat dan 4 Orang Tewas
Perahu Dihantam Ombak, Nelayan di Aceh Jaya Tewas Usai Hilang Sehari
Kejaksaan Limpahkan Kasus Kapal Maut Arim Jaya ke Pengadilan di Sumenep

(mdk/cob)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.