LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Seorang nelayan di Babel temukan serpihan benda warna merah

Benda seperti serpihan yang ditemukan oleh nelayan itu berbentuk segi empat dengan panjang sekitar 4 meter dan lebar 1 M

2014-12-30 10:43:08
Pray For AirAsia
Advertisement

Kepolisian Perairan Polda Kepulauan Bangka Belitung menerima laporan penemuan serpihan benda berbentuk segi empat. Laporan penemuan tersebut berasal dari seorang nelayan asal Kecamatan Belinyu pada Senin (29/12), malam.

"Tadi malam anggota kami di Beliyu mendapat informasi, katanya ada nelayan yang bernama Kaha yang melihat benda seperti serpihan pesawat pada Minggu (28/12) sekitar pukul 08.00 WIB, namun nelayan itu tidak tahu benda apa dan melaporkannya ke Polair di Belinyu," ujar Kabag Bin Ops Polair Babel AKBP Adi Nugraha, seperti dikutip dari Antara, Selasa (30/12).

Dia mengatakan benda seperti serpihan yang ditemukan oleh nelayan itu berbentuk segi empat dengan panjang sekitar 4 meter dan lebar 1 meter. Selain itu pada ujung benda tersebut terdapat serabut.

"Pada benda itu di ujung bagian atas berwarna merah, bagian tengah berwarna silver dan ujung bagian bawah berwarna merah. Benda itu dia temukan pada saat dalam perjalanan pulang menangkap ikan di perairan Pulau Tujuh," ujarnya.

Dikatakannya, karena nelayan itu tidak mengetahui persis benda tersebut dan menganggap benda itu tidak menarik, maka benda yang sempat ditemukannya tidak dibawa pulang.

"Nelayan itu sempat melaporkan ke bosnya kalau menemukan serpihan benda yang aneh tersebut. Lalu bos nelayan itu memberi tahu kalau pagi tadi ada pesawat yang hilang dan kemudian melaporkannya ke Pos Polair di Belinyu," katanya.

Air Asia dengan nomor penerbangan QZ 8501 itu hilang kontak di sekitar perairan Pulau Belitung dengan titik koordinat 03.22.46 LS dan 108.50.07 BT. Pesawat membawa sebanyak 155 orang penumpang, di mana 16 orang di antaranya adalah anak-anak dan seorang bayi.

Pesawat berangkat dari Bandara Juanda Surabaya pada pukul 05.12 WIB dan sejak itu terus mengikuti jalur penerbangan yang sebelumnya telah ditetapkan. Pada pukul 06.12 WIB pesawat masih terlacak di ATC Jakarta dengan ketinggian 38.000 kaki dan pada pukul 06.18 WIB hilang pantauan dari radar dan dinyatakan hilang.

Baca juga:
Ditemukan mayat di laut, keluarga korban AirAsia banyak pingsan
Media asing sindir tvOne tayangkan jasad ngapung korban AirAsia
Polri temukan sinyal handphone aktif milik penumpang AirAsia
AirAsia bisa patah saat di udara, atau jatuh terempas di laut
Basarnas dirikan tempat evakuasi jenazah AirAsia di Pangkalanbun
QZ 8501 ditemukan, CEO AirAsia terbang ke Surabaya
Media asing ungkap bobroknya industri penerbangan Indonesia

(mdk/hhw)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.