Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

AirAsia bisa patah saat di udara, atau jatuh terempas di laut

AirAsia bisa patah saat di udara, atau jatuh terempas di laut Hercules TNI AU cari AirAsia. ©2014 merdeka.com/muhammad luthfi rahman

Merdeka.com - Setelah tiga hari hilang kontak, pesawat AirAsia dengan nomor penerbangan QZ 8501 rute Surabaya-Singapura dipastikan jatuh di perairan laut Pangkalanbun, Kalimantan Tengah. Serpihan pesawat dan beberapa jenazah penumpang ditemukan mengapung oleh tim SAR. Penyebab pesawat jatuh itu masih misteri namun ada beberapa analisa yang bisa menggambarkan kejadian saat pesawat itu jatuh.

"Kalau dua mesin tiba-tiba mati, pesawat seperti Airbus A320 itu masih bisa melayang dan mendarat di air dan mengapung 30 menit. Contohnya seperti saat mendarat darurat di Sungai Hudson, New York. Penumpangnya bisa diselamatkan," kata pengamat penerbangan Alvin Lie ketika dihubungi merdeka.com, Selasa (30/12).

Jika melihat kondisi serpihan pesawat yang ditemukan tim SAR, Alvin menyebut ada dua kemungkinan yang terjadi pada pesawat AirAsia tersebut. Pertama, kata Alvin, pesawat masuk ke gugusan awan cumulonimbus (CB) dan membuat pesawat mengalami turbulence.

"Kalau sampai masuk awan cumulonimbus sangat mungkin terempas naik dan terbanting turun, sayap patah duluan di udara, kemudian jatuh ke laut," ujarnya.

Kemungkinan kedua, lanjut Alvin, pesawat jatuh ke laut dan mengalami impact (benturan) sehingga membuat pesawat patah, terutama di bagian sayap. "Bisa pecah di atas, atau pecah ketika waktu impact dengan air," tukasnya.

Meski ditemukan kondisi jenazah yang masih utuh, Alvin tidak bisa memastikan, salah satu dari dua kemungkinan jatuhnya pesawat itu. "Sulit menentukan kemungkinan jatuhnya pesawat dari melihat kondisi korban. Nanti biar KNKT yang meneliti dari hasil pemeriksaan black box," pungkasnya.

(mdk/bal)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP