LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Seorang Mahasiswi di Aceh Mual dan Muntah-Muntah Usai Disuntik Vaksin Covid-19

Keluarga korban, Allymuddin (36) mengatakan usai disuntik vaksin pada Selasa (27/7) lalu, AW mengalami muntah-muntah, malam harinya mulai kejang-kejang serta kaki dan tangannya tak bisa digerakkan.

2021-08-02 16:43:07
vaksin covid-19
Advertisement

Seorang warga di Aceh Barat diduga mengalami mual dan muntah-muntah usai disuntik vaksin Covid-19. Perempuan berinisial AW (22) itu bahkan terpaksa dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Cut Nyak Dhien Meulaboh, Aceh Barat, karena kondisinya semakin melemah.

Keluarga korban, Allymuddin (36) mengatakan usai disuntik vaksin pada Selasa (27/7) lalu, AW mengalami muntah-muntah, malam harinya mulai kejang-kejang serta kaki dan tangannya tak bisa digerakkan.

"Dia (AW) disuntik vaksin untuk keperluan administrasi di kampus. Kepada pihak akademik sudah dia sampaikan bahwa dia tak bisa disuntik vaksin karena mengalami sakit lambung akut, sinusitis, tipes dan juga sesekali sesak. Pihak akedemik memahaminya, namun meminta surat keterangan tidak bisa vaksin dari dokter spesialis," kata Allymuddin dikonfirmasi merdeka.com, Senin (2/8).

Advertisement

Dia menjelaskan, AW mendatangi Puskesmas di lokasi tempat tinggalnya di Suak Ribee, Kecamatan Johan Pahlawan, Aceh Barat untuk meminta surat keterangan tidak bisa disuntik vaksin. Namun, dokter umum di Puskesmas tersebut memintanya untuk berkonsultasi dengan dokter spesialis di rumah sakit lain. Pihak Pukesmas mengeluarkan surat rujukan.

Berbekal surat itu, AW mulanya mendatangi rumah sakit Dankesyah (rumah sakit militer kodam Iskandar Muda), namun di sana dokter spesialis sedang tidak ada.

Dia lalu mendatangi rumah sakit swasta Montella. Di sana, dia berkonsultasi dengan dokter spesialis.

Advertisement

Allymuddin menyebut, dokter di rumah sakit swasta Montella itu bersikukuh AW harus tetap disuntik vaksin, meskipun dia telah menjelaskan bahwa memiliki riwayat penyakit. Dokter tetap tidak mau mengeluarkan surat keterangan tidak bisa disuntik vaksin.

“Karena kepepet dengan deadline administrasi kampus yang mengharuskan upload surat vaksin tanggal 28 untuk keperluan wisuda di Universitas Syiah Kuala, mau tidak mau tanggal 27 dia akhirnya disuntik vaksin. Selepas itu baru gejala yang saya sebut tadi muncul di tubuh adik saya,” beber Allymuddin.

Pihak keluarga sempat menghubungi nomor telepon yang tertera di surat keterangan vaksin pertama itu, yang menyebut apabila mengalami gejala kesehatan usai disuntik vaksin bisa melaporkannya. Namun kata Allymuddin, nomor tersebut tak mengangkat ketika dihubungi.

“Dari malam pertama sampai sekarang kita hubungi nomor itu tidak mengangkat telponnya. Ini kan seperti lepas tangan,” ungkapnya.

Saat ini, tuturnya, kondisi AW mulai tampak membaik. Tangan dan kakinya sudah kembali bisa digerakkan.

Baca juga:
Ombudsman Jakarta Nilai Wacana Wajib Punya Kartu Vaksin Diskriminatif
CEK FAKTA: Hoaks, Unggahan Sebut Vaksin AstraZeneca Dibuat Tahun 2018
Penjelasan Menkes Soal Efikasi Vaksin Sinovac Turun Usai 6 Bulan
2.598 Pelajar di Kota Bogor Divaksinasi Covid-19 Dosis Pertama
89 Persen Pelajar di Jakarta Timur Sudah Divaksinasi Covid-19
Pengusaha Sebut Program Vaksinasi Covid-19 Timbulkan Gairah Bisnis di 2021

(mdk/gil)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.