Sempat Mengeluh Sesak Napas, Bocah Obesitas di Karawang Akhirnya Meninggal
Setiya Putra (7) bocah obesitas berbobot 110 asal Dusun Cilempung, Desa Pasirjaya, Kecamatan Cilamaya Kulon, Karawang, meninggal dunia akibat sesak napas yang diderita selama tiga hari terakhir.
Setiya Putra (7) bocah obesitas berbobot 110 asal Dusun Cilempung, Desa Pasirjaya, Kecamatan Cilamaya Kulon, Karawang, meninggal dunia akibat sesak napas yang diderita selama tiga hari terakhir.
"Sakit sesak napas selama tiga hari terakhir, akibatnya susah bernapas," kata Sarli, orang tua Setiya Putra, Minggu (29/9).
Dia juga menerangkan selama pemeriksaan medis di puskesmas setempat, bobot badan Setiya Putra menjadi 110 kilogram atau naik 10 kilogram dalam satu bulan.
"Bobot badannya naik sekitar 10 kilogram dari 100 kg menjadi 110 kg," terangnya.
Sarli mengatakan selama tiga hari Setiya Putra tidak banyak beraktivitas, hanya tidur dan makan karena setiap saat anaknya mengeluhkan sakit napas dan sering nyeri dan akhirnya meninggal dunia tadi malam sekitar pukul 21.00 WIB.
"Malam mengeluh sakit mau dibawa ke rumah sakit keburu meninggal," ujarnya.
Setya Putra menderita obesitas sejak empat tahun terakhir. Di usianya yang baru menginjak tujuh tahun, berat badan Setya sudah mencapai seratus kilogram.
Setya adalah anak keempat dari pasangan Sarli dan Komariah asal Kampung Cilempung, Desa Pasir Jaya, Kecamatan Cilamaya Kulon, Kabupaten Karawang, Jawa Barat. Akibat kegemukan yang dialaminya, Setya hanya bisa tidur dengan posisi duduk.
Baca juga:
Yogurt Bisa Bermanfaat Bantu Anak Obesitas Atasi Masalah Kesehatan Mereka
Begini 5 Kunci yang Bisa Diterapkan untuk Mengatasi Obesitas Anak
Benarkah Anak Muda Zaman Sekarang Lebih Gemuk Dibanding pada Masa Lalu?
Tren Obesitas di Indonesia Naik 18 Persen
Rasa yang Lebih Lezat buat Orang Obesitas Mengonsumsi Lebih Banyak Makanan
Masalah Kesehatan yang Bisa Muncul Ketika Anak Terlalu Banyak Minum Susu