Sempat membaik, kesehatan mata Novel Baswedan kembali menurun
Sempat membaik, kesehatan mata Novel Baswedan kembali menurun. Kondisi kesehatan mata penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan dikabarkan menurun. Tekanan mata kiri Kasatgas penyidikan e-KTP itu cukup tinggi dari ambang batas normal.
Kondisi kesehatan mata penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan dikabarkan menurun. Tekanan mata kiri Kasatgas penyidikan e-KTP itu cukup tinggi dari ambang batas normal.
"Tadi kami mendapatkan informasi yang tidak cukup baik tekanan mata jadi sangat tinggi sekitar 31 di atas batas normal dari 16 sampai 21," kata juru bicara KPK, Febri Diansyah di gedung KPK, Jumat (12/5).
Selain itu, Febri menuturkan pertumbuhan selaput kornea mata kiri Novel terpantau melambat, cenderung stagnan.
"Untuk di mata kiri memang pertumbuhan selaputnya sangat lambat dan hari ini ada stagnansi pertumbuhan tersebut jadi kondisinya sangat berbeda antara mata kanan dan mata kiri," pungkasnya.
Diketahui, Novel disiram air keras usai menjalankan salat Subuh di masjid Al-Ihsan dekat rumahnya, Selasa (11/4). Novel disiram air keras oleh dua orang yang berboncengan sepeda motor di dekat rumahnya. Air keras itu mengenai satu matanya.
Penyidik yang dikenal berani menangani kasus korupsi besar itu dilarikan ke RS Mitra Keluarga Kelapa Gading kemudian dipindahkan ke RS Jakarta Eye Center (JEC) untuk mendapatkan perawatan intensif. Selanjutnya pada Rabu (12/4), dia diterbangkan ke salah satu rumah sakit di Singapura.
Belakangan, polisi melakukan pemeriksaan terhadap seseorang berinisial AL terduga pelaku penyiraman. Namun yang bersangkutan diperbolehkan pulang lantaran polisi belum memiliki cukup bukti keterlibatan AL sebagai pelaku.
Baca juga:
Buktikan alibi, penyidik periksa keluarga AL
Fadli Zon minta terduga penyiram Novel segera diproses hukum
Sudah sebulan, kasus penyiraman air keras Novel Baswedan masih buram
Satu bulan tanpa titik terang, keluarga Novel ragu keseriusan Polisi
KPK didesak ikut usut kasus Novel, Polda sebut 'Percaya pada Polisi'
Terduga pelaku teror Novel saudara pria yang disebut informan polisi