Sempat lumpuh puluhan jam, Jalur Dua Bypass Padang kembali normal
Sementara untuk ratusan massa yang sempat berkumpul di lokasi pemblokiran dan pembakaran diketahui telah membubarkan diri sejak pukul 03.00 WIB.
Setelah puluhan jam lumpuh total akibat diblokir ratusan warga, akhirnya Jalur dua Bypass di Kelurahan Aia Pacah, Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang, Sumatera Barat, kembali normal dan bisa dilalui oleh kendaraan, Kamis pagi (14/12).
Pantauan Merdeka.com terlihat petugas kebersihan dari Pemerintah Kota Padang terlihat berupaya membersihkan sisa pembakaran ban bekas yang dilakukan massa di tengah jalan. Petugas kebersihan sedikit kesulitan untuk melakukan pembersihan karena material pembakaran masih mengeluarkan hawa panas.
"Dari tadi pagi kita mulai dan banyak sekali bekas pembakarannya dan kendala kita untuk membersihkan hawa panasnya. Tapi kita akan dinginkan dulu dan hari ditarget selesai pembersihan semuanya," kata salah seorang petugas kebersihan, Ari Chaniago.
Sementara untuk ratusan massa yang sempat berkumpul di lokasi pemblokiran dan pembakaran diketahui telah membubarkan diri sejak pukul 03.00 WIB.
Selain karena cuaca hujan, massa membubarkan diri setelah mendapat kabar dua warga yang sebelumnya sempat ditahan oleh Polresta Padang telah dilepaskan kembali karena ada jaminan dari Wali Kota Padang, Mahyeldi Ansarullah.
Sebelumnya ratusan warga di empat Kelurahan dari dua Kecamatan di Kota Padang, melakukan aksi pemblokiran dan pembakaran tersebut akibat buntut ditahannya dua warga setempat akibat pengerusakan dan pembakaran diatas tanah sengketa.
Tidak hanya sekadar akibat penangkapan dua warga, akan tetapi kemarahan massa juga himbas dari persoalan klem tanah dari satu kaum yaitu aluh waris Mahboet seluas 765 hektar.
Baca juga:
Kisruh perebutan lahan, warga blokir jalan Koto Tangah Padang
Keluarga eks Gubernur Sumut menang, lahan di kompleks TVRI Sumut dieksekusi
Pekerja wisata Baturraden meratapi nasib usai puluhan penginapan digusur
Angkasa Pura I sesalkan kejadian di Bandara Kulon Progo
Solusi Menhub redam amarah warga atas pembangunan Bandara Kulon Progo