Selesai UNBK, pelajar di Medan sumbangkan seragam panti asuhan
Selesai UNBK, pelajar di Medan sumbangkan seragam panti asuhan. Selain membantu orang yang membutuhkan, pengumpulan seragam ini juga untuk menghindarkan para siswa melakukan aksi corat-coret seusai ujian akhir. Selain mubazir, aksi itu juga kerap menimbulkan hal yang tidak diinginkan.
Siswa SMA Negeri 5 Medan punya cara berbeda meluapkan kegembiraannya seusai pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK), Kamis (13/4). Tak ikut corat-coret, mereka mengumpulkan seragamnya untuk disumbangkan.
Seragam sekolah dikumpulkan para siswa kelas 12 yang baru selesai mengikuti UNBK. Mereka berbaris antre untuk memasukkan seragam putih abu-abu dan seragam Pramuka ke dalam sejumlah kotak kardus yang disediakan di halaman sekolah di Jalan Pelajar, Medan.
"Pakaian bekas yang terkumpul akan disumbangkan ke panti-panti asuhan yang terdekat. Kita berharap pakaian itu dapat dipergunakan mereka yang membutuhkan," kata Harris H Simamora, Kepala SMA Negeri 5 Medan.
Selain membantu orang yang membutuhkan, pengumpulan seragam ini juga untuk menghindarkan para siswa melakukan aksi corat-coret seusai ujian akhir. Selain mubazir, aksi itu juga kerap menimbulkan hal yang tidak diinginkan.
Kegiatan ini pun bukan yang pertama di SMA Negeri 5 Medan. "Hampir setiap tahun kita adakan pengumpulan seragam seperti ini," papar Harris.
Siswa SMA Negeri 5 Medan, Zainal Abidin, mengaku ikhlas dan senang menyumbangkan seragamnya.
"Sangat bagus. Daripada dicoreti kan lebih bagus disumbangkan untuk orang yang membutuhkan," ucapnya sembari berharap dapat lulus UNBK.
Baca juga:
Jual kunci jawaban UNBK, tiga pemuda di Banten ditangkap polisi
Ketakutan usai diintimidasi guru, siswi SMK tenggak racun tanaman
Diduga paksa siswa bayar UNBK, Kepsek SMA di Palembang bakal dipecat
Dapat bantuan laptop dari wali murid, UNBK di Prabumulih 100 persen
Cuma ada komputer Pentium 1, Madrasah Aliyah di Palembang UN manual
36 Komputer raib, siswa SMA Mande Cianjur numpang ujian di SMA lain
Wali murid SMA di Palembang mengeluh pungutan UNBK Rp 350 ribu