Cuma ada komputer Pentium 1, Madrasah Aliyah di Palembang UN manual
Merdeka.com - Seluruh Madrasah Aliyah (MA) baik negeri maupun swasta di Palembang belum menerapkan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) tahun ini. Salah satu kendala adalah hanya memiliki komputer Pentium 1 dan 2 sehingga tak laik dipakai.
Pengawas Managerial Kementerian Agama Kota Palembang, Syahrizal mengatakan, total MA di kota itu sebanyak 17 sekolah. Semuanya masih menerapkan ujian manual atau berbasis kertas.
"Seluruh MA di Palembang belum menerapkan UNBK, ada 17 sekolah," ungkap Syahrizal, Senin (10/4).
Menurut dia, banyak kendala yang dihadapi MA di Palembang untuk menerapkan UNBK. Di antaranya minimnya fasilitas komputer, servernya, listrik dan beberapa kendala lain.
"Tapi meski pakai manual tak mengurangi nilai atau adanya kecurangan. Ini sudah kita antisipasi," kata dia.
Kepala MA Negeri 3 Palembang, Tugino mengakui sekolahnya masih menggunakan sistem manual. Sebab, sejauh ini hanya memiliki 80 komputer Pentium 1 dan 2 yang belum memenuhi standar. "Komputer kami ketinggalan, belum standar. Jadi kami tidak mau memaksakan," kata Tugino.
Agar bisa menerapkan sistem UNBK, pihaknya meminta bantuan kepada Kemenag lantaran pengadaan komputerisasi memerlukan biaya besar.
"Insya Allah tahun depan sudah bisa, kita upayakan minta bantuan. Untuk peserta ujian tahun ini sebanyak 256 siswa, gabungan dari tiga madrasah swasta yang menginduk," pungkasnya. (mdk/rnd)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya