Sekjen PDIP Bandingkan MBG Zaman Presiden Prabowo dan Era Soekarno
Dia menceritakan bagaimana kepedulian Bung Karno terhadap masa depan bangsa dimulai dari perhatian mendalam terhadap anak-anak.
Sekjen PDI Perjuangan (PDIP) sekaligus Dosen Tetap Universitas Bung Karno (UBK), Hasto Kristiyanto mengupas sisi humanis sekaligus visioner dari Presiden Pertama RI, Ir. Soekarno (Bung Karno), dalam meletakkan fondasi kesehatan bagi generasi penerus bangsa.
Dia menceritakan bagaimana kepedulian Bung Karno terhadap masa depan bangsa dimulai dari perhatian mendalam terhadap anak-anak. Menurutnya, konsep pembangunan bangsa yang diusung Bung Karno selalu menitikberatkan pada persiapan generasi penerus yang sehat secara lahir dan batin.
"Kita berpikir tentang masa depan itu dari anak-anak kita. Bung Karno sudah memikirkan bagaimana anak-anak Indonesia itu sehat jasmani dan rohani," kata Hasto di hadapan para mahasiswa dan akademisi UBK saat berkuliah umum bertajuk 'Pemikiran Geopolitik Bung Karno, dalam rangka Ulang Tahun Universitas Bung Karno ke-27', di Aula Ir. Soekarno, UBK, Jakarta, Kamis (11/6).
Hasto menambahkan, sebagai bukti nyata kepedulian tersebut, Bung Karno bahkqn menginisiasi dan menyelenggarakan Konferensi Dokter Anak Asia-Afrika. Diketahui, forum internasional itu digagas khusus untuk membahas metode dan pendekatan ilmiah dalam menciptakan generasi muda yang sehat dan cerdas di kawasan Asia dan Afrika.
"Menindaklanjuti Konferensi Dokter Anak Asia-Afrika agar anak-anak Indonesia cerdas, maka harus ditopang dengan makanan yang bergizi," ujar politisi asal Yogyakarta tersebut.
Lahirnya Buku Mustika Rasa
Atas kesadaran pentingnya gizi lokal yang kaya dan sehat inilah, Bung Karno kemudian menginisiasi lahirnya sebuah mahakarya buku kuliner nasional yang diberi nama Mustika Rasa. Hasto menegaskan, Mustika Rasa bukan sekadar kumpulan resep masakan biasa, melainkan dokumen strategis kedaulatan pangan nasional.
"Buku setebal seribu halaman lebih ini mendokumentasikan kekayaan kuliner Nusantara dari Sabang sampai Merauke yang diolah dengan bahan-bahan lokal berkhasiat tinggi. Maka kemudian dalam kepemimpinan beliau, ada buku Mustika Rasa. Ini memuat suatu rahasia bagaimana Indonesia dengan kekayaan kuliner yang luar biasa, dengan bumbu-bumbuan yang bercita rasa surga," ungkap Hasto sembari menunjukkan replika buku legendaris tersebut.
Sebagai informasi, buku tersebut mencatat berbagai bahan pangan lokal seperti jagung, petai, cabai, kacang-kacangan, tempe, hingga tahu.
Diketahui, seluruh resep di dalamnya dirancang untuk memastikan rakyat Indonesi, terutama anak-anak, mendapatkan asupan makanan bergizi tinggi tanpa perlu bergantung pada bahan pangan asing.