LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA
  2. REGIONAL

Sejarah Bisnis Keluarga Iwan Setiawan Lukminto, dari Pedagang Pasar Klewer menjadi Raksasa Tekstil Tanah Air

Lukminto adalah ayah dari Iwan Setiawan Lukminto yang menjadi tersangka di Kejaksaan Agung.

Kamis, 22 Mei 2025 08:10:00
iwan setiawan lukminto
Sejarah Bisnis Keluarga Iwan Setiawan Lukminto, dari Pedagang Pasar Klewer menjadi Raksasa Tekstil Tanah Air (merdeka.com)
Advertisement

Raksasa perusahaan tekstil tanah air PT Sritex atau PT Sri Rejeki Isman Tbk yang pernah berjaya hingga mancanegara kini tinggal kenangan. PT Sritex yang didirikan H.M. Lukminto pada tahun 1966 di Pasar Klewer, Solo dan berjaya hingga memiliki puluhan ribu karyawan di pabrik Sukoharjo, kini tumbang.

Bahkan salah satu pewarisnya, Iwan Setiawan Lukminto yang menjabat sebagai Komisaris Utama harus berurusan dengan hukum. Iwan ditangkap penyidik Kejaksaan Agung di Solo, setelah diduga terlibat korupsi.

Perjalanan Kesuksesan Sritex

Berdasarkan informasi yang dihimpun merdeka.com dari berbagai sumber, pada tahun 1966, Lukminto muda yang merupakan pedagang kain di Pasar Klewer mulai mengembangkan usahanya. Perusahaan ini berkembang pesat dari usaha perdagangan kecil hingga menjadi raksasa tekstil yang disegani.

PT Sritex tercatat pernah menjadi pemasok seragam militer untuk puluhan negara di dunia. Bahkan pada tahun 1984, seragam militer bikinan Sritex diminati oleh negara-negara Pakta Pertahanan Atlantik Utara atau North Atlantic Treaty Organization (NATO) dan Jerman.

Advertisement

Tahun 1968, Lukminto membangun pabrik cetak pertama untuk produksi kain putih dan berwarna. Selanjutnya memasuki tahun 1978 perusahaan Lukminto mulai terdaftar sebagai perseroan terbatas (PT) di Kementerian Perdagangan. Ia pun kemudian mendirikan pabrik penenunan pertama.

Tahun 1992 ia memperluas pabrik untuk keperluan pemintalan, penenunan, finishing hingga memproduksi busana. Beberapa tahun kemudian, Sritex berhasil melipatgandakan pertumbuhan hingga 8 kali lipat.

Advertisement

Selain seragam tentara, Sritex juga memproduksi pakaian untuk merek-merek ternama. Di antaranya Uniqlo, Zara, JCPenney, New Yorker, Sears, dan Walmart.

Sejak 2007, Sritex dipimpin oleh Iwan Setiawan Lukminto hingga diturunkan ke Iwan Kurniawan Lukminto.

Masalah keuangan mulai muncul setelah tahun 2021 hingga dihadapkan dengan Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU). Tak lama kemudian atau tahun 2024, Sritex dinyatakan pailit oleh Pengadilan Niaga Semarang.

Sritex berhenti beroperasi karena tak bisa membayar utang. Akhir perjalanan Sritex dikonfirmasi melalui rapat kreditur kepailitan Sritex pada Jumat (28/2/2025). Debitur dan kurator pailit menilai Sritex dalam kondisi tidak memiliki cukup dana untuk melunasi utang, sehingga tidak dapat melakukan keberlanjutan usaha atau going concern. Sritex pun tutup permanen pada 1 Maret 2025 lalu.

Kehidupan Pribadi Lukminto

Lukminto pendiri PT Sritex merupakan seorang mualaf sejak 1995 dan meninggal dunia di Singapura pada 10 Februari 20214. Nama lengkap dengan ciri khas seolah mempertegas dirinya mualaf adalah Haji Muhammad Lukminto.

Dekat dengan Soeharto

Mendiang Lukminto, juga dikenal dekat dengan Presiden ke-2 Soeharto selama Orde Baru. Kedekatan ini terwujud melalui hubungannya dengan Harmoko, yang saat itu menjabat sebagai Menteri Penerangan dan Ketua Umum Golkar, sahabat kecil Lukminto.

Selain NATO dan Jerman, pada masa itu perusahaan milik Lukminto juga mendapatkan banyak pesanan seragam dari pemerintah untuk ASN, TNI, dan Polri. Pria dengan nama Tionghoa Le Djie Shin, dikenal sebagai "Raja Kain" dekat dengan Soeharto karena peran Harmoko.

Gurita Bisnis Lukminto

Sritex bukanlah satu-satunya bisnis milik keluarga Lukminto. Mereka memiliki berbagai bisnis hingga menjadikannya konglomerat terpandang di Solo. Selain tekstil, keluarga Lukminto juga memiliki Gedung Olahraga (GOR), bernama Sritex Arena di Solo.

Sritex Arena pada awalnya bernama GOR Bhinneka dan menjadi kandang klub Basket Bhinneka Solo. Setelah Bhinneka bubar, Sritex Arena digunakan klub

Sritex Dragons, West Bandits hingga terakhir Kesatria Bengawan Solo. Sritex Arena juga digunakan untuk kegiatan olahraga nasional bola voli dan pertunjukan musik artis nasional.

Advertisement

Sritex juga mempunyai beberapa hotel bintang lima yang berlokasi di Solo, Yogyakarta, dan Bali. Di antaranya Diamond, Grand Orchid, dan @Hom, Grand Quality, Holiday Inn Express Yogyakarta dan Bali, hingga Solo Mans

Berita Terbaru
  • Gubernur Jateng Instruksikan APBD Perubahan Diprioritaskan buat Perbaikan Jalan
  • Istana Bicara Sosok Wamen Imipas Pengganti Silmy Karim
  • Istana Jelaskan Alasan Nanik S. Deyang Dipilih Jadi Kepala BGN: Disiplin Jaga Kualitas MBG
  • Jawab Tantangan Digitalisasi, Menekraf Luncurkan Aplikasi Keamanan Siber Karya Anak Bangsa
  • Kim Jong Un Semakin Agresif, Tingkatkan Produksi Senjata Nuklir Korea Utara
  • feature kontributor
  • harian tren
  • iwan setiawan lukminto
  • nais
  • sritex
  • sritex bangkrut
Artikel ini ditulis oleh
Editor LIa Harahap
A
Reporter Arie Sunaryo, LIa Harahap
Disclaimer

Artikel ini dihasilkan oleh AI berdasarkan data yang ada. Gunakan sebagai referensi awal dan selalu pastikan untuk memverifikasi informasi lebih lanjut sebelum mengambil keputusan.

Berita Terpopuler

Berita Terpopuler

Advertisement
Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.