Sebelum digerebek, pabrik vaksin palsu di Tangsel kerap terima tamu
Usai digerebek petugas kepolisian tidak ada lagi aktivitas di rumah yang bercat oranye kemerahan tersebut.
Petugas Bareskrim Mabes Polri menggerebek rumah yang diduga menjadi salah satu matarantai peredaran dari produsen vaksin palsu hasil pengembangan di Bekasi, yakni di kompleks Puri Bintaro Hijau Blok D12 Nomor 4, Kelurahan Pondok Aren, Kecamatan Pondok Aren, Tangsel, pada Rabu (22/6) lalu.
Menurut Suid, petugas keamanan di perumahan tersebut, usai digerebek petugas kepolisian tidak ada lagi aktivitas di rumah yang bercat oranye kemerahan tersebut. Padahal sebelumnya selalu ada mobil yang terlihat berlalulalang di rumah tersebut tanpa diketahui kegiatannya.
"Setelah digerebek, enggak ada lagi aktivitas. Biasanya ada saja mobil yang menetap atau sekedar berhenti sebentar, terus pergi lagi," kata Suid.
Dia juga mengatakan, rumah yang dikontrak Agus sejak sekitar delapan bulan lalu itu hanya ditinggali oleh keluarga kecil, yakni Agus dengan istri dan seorang anaknya.
"Agus orangnya baik, suka menyapa juga ke saya. Pokoknya enggak ada yang mencurigakan, anaknya juga suka keluar sama istrinya," kata Suid.
Adapun mobil yang biasa terpakir di kediaman itu adalah Toyota Avanza berwarna hitam. "Ya keliatan sih ada yang diangkut, tapi saya kan enggak tahu kalau itu apaan," katanya.
Ketika merdeka.com melihat langsung rumah yang diperkirakan luas tanahnya sekitar 72 meter persegi itu, hanya terpasang stiker dari Mabes Polri berwarna merah. Sedangkan yang tertinggal sebuah helm yang tersangkut di dekat atap teras. Sedangkan pintu gerbang terkunci dari luar.
Setelah warga sekitar mengetahui rumah tersebut dijadikan tempat peredaran vaksin palsu, pihak pengurus Rukun Tetangga di sana mengetatkan keamanan. "Berat pak sekarang jadi keamanan, saya kena tegur juga karena itu (lolos) dari pengawasan. Sekarang kita diminta lebih awas kepada mereka yang datang maupun mau mengontrak rumah disini," tutur Said.
Sementara itu, Baya, seorang penjual sate di dekat perumahan tersebut mengatakan, setelah digerebek polisi warga sekitar menjadi kaget. Sebab, mereka tidak menyangka kasus besar berada di sekitar rumah mereka.
"Warga ada yang bersyukur akhirnya kebongkar, ada juga yang enggak percaya karena dekat sekali dengan pemukiman mereka. Ini geger juga di sini," katanya.
Baca juga:
Ini penampakan vaksin-vaksin palsu yang disita Bareskrim
DPR desak Kemenkes data korban yang kena vaksin palsu
Besok, Bareskrim undang Kemenkes bahas korban vaksin palsu
Gubernur Jabar minta proses lelang vaksin dievaluasi
Tolak disebut kebobolan, BPOM dalih vaksin palsu murni kriminal
Dicecar DPR, Menkes tak bisa jelaskan soal vaksin palsu
Kasus vaksin palsu, Bareskrim tetapkan 15 tersangka