Sebaran Covid-19 di Kota Medan Bergeser ke Wilayah Padat Penduduk
Berdasarkan data Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Medan yang dilansir di halaman resmi covid19.pemkomedan.go.id, hingga kemarin petang jumlah kasus positif Covid-19 di Kota Medan mencapai 414 kasus, dengan rincian 121 pasien sembuh, 31 orang meninggal dunia, dan 262 masih dirawat.
Jumlah dan sebaran kasus Covid-19 di Kota Medan semakin mengkhawatirkan. Seluruh kecamatan sudah menjadi zona merah, namun peningkatan kasus tertinggi terjadi di Medan Denai dan Medan Area. Kedua kecamatan itu kini menjadi perhatian utama Pemkot Medan.
"Sudah terjadi pergeseran pergerakan (kasus Covid-19) di Kota Medan. Jadi penularan tertinggi itu ada di Kecamatan Medan Area, kemudian Medan Denai. Di sini potensi eksponensialnya sangat tinggi. Jadi memang kehidupan masyarakatnya yang padat dan ramai. Kami akan fokus kepada kecamatan yang penularannya sangat tinggi di Kota Medan," kata Plt Wali Kota Medan Akhyar Nasution, Selasa (9/6).
Berdasarkan data Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Medan yang dilansir di halaman resmi covid19.pemkomedan.go.id, hingga kemarin petang jumlah kasus positif Covid-19 di Kota Medan mencapai 414 kasus, dengan rincian 121 pasien sembuh, 31 orang meninggal dunia, dan 262 masih dirawat.
Dari jumlah itu, Medan Area kini memuncaki jumlah kasus positif Covid-19 tertinggi di Kota Medan, yakni 73 kasus. Dengan rincian 14 sembuh, 4 meninggal dan 45 masih dirawat. Sementara, Kecamatan Medan Denai berada di posisi kedua dengan 37 kasus, yang terdiri dari 3 pasien sembuh 3 meninggal dan 31 dirawat. Kedua kecamatan merupakan wilayah padat penduduk di Kota Medan.
Akhyar mengatakan, rapid test dan swab test massal akan diarahkan ke kedua kecamatan itu. "Kita nanti akan menuju ke sana dengan target sebanyaknya. Saat ini Pemko Medan sedang melakukan rapid test massal secara selektif kepada aparatur pemerintah yang ada di frontline, kemudian kepada masyarakat," sebutnya.
Sejumlah kalangan menilai, Kota Medan sulit untuk melaksanakan konsep new normal, mengingat masih tingginya angka kasus baru Covid-19 di daerah ini. Selain itu masih banyak warga yang enggan melaksanakan protokol kesehatan. Kerumunan masih terjadi, dan warga tak jarang keluyuran tanpa masker.
Akhyar tidak membantah kondisi ini. Karena itu, menurut politikus PDIP ini, pihaknya mendorong pembangunan kultur baru, seperti menggunakan masker, menjaga jarak, dan sering mencuci tangan. Dia mengaku sudah berdiskusi dengan tokoh masyarakat, tokoh agama terkait membangun budaya baru ini.
"Kultur baru yaitu masyarakat hidup di dalam suasana pandemi Covid-19. Di sini kita mengajak semua elemen masyarakat membangun kultur baru. Kalau sudah terbangun maka kehidupan new normal tersebut bisa (dilakukan)," katanya.
Baca juga:
Walkot Tangerang: Kita Bersiap Buka Kembali Restoran dengan Makan di Tempat
Update Covid-19 di Jakarta 9 Juni: 8.276 Positif, 3.369 Sembuh dan 547 Meninggal
9 Pedagang di Pasar Serdang Kemayoran Jakpus Positif Terinfeksi Covid-19
3 Pasar di Denpasar Bali Jadi Klaster Baru Penyebaran Covid-19
Survei: Aktivitas Belanja Online Melonjak Jadi 28,9 Persen Saat Ada Corona