SBY sedih banyak perwira TNI dipulangkan karena kendala bahasa
"Kita berikan pusat bahasa agar siapapun yang ikuti ujian akan lulus. Baik taktik militer, bahasa maupun mengemudi."
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono ( SBY ) meresmikan Pusat Perdamaian dan Keamanan Indonesia (Indonesia Peace and Security Center/IPSC) di Sentul, Jawa Barat. Saat memberikan sambutannya, SBY mengungkapkan beberapa alasan didirikannya IPSC sebagai salah satu pusat pelatihan militer dan kebencanaan nasional.
Pengalaman pertama diungkapkannya saat menjadi komandan kontingen Indonesia di Bosnia pada 1995 hingga 1996 lalu. Selain sebagai komandan kontingen, SBY juga menjadi komandan pengamat militer PBB. Ketika itu, ada hal yang membuatnya merasa sedih.
"Saat itu, kita menyumbang satu batalyon zeni, batalyon medis, pengamat militer serta kontingen dari kalangan sipil. Banyak perwira-perwira Indonesia baik dari TNI maupun Polti yang jumlahnya lulusan. Tapi mereka harus kembali ke Tanah Air karena tidak lulus bahasa Inggris dan tes mengemudi," keluh SBY saat berpidato pada peresmian IPSC di Sentul, Jawa Barat, Senin (7/4).
Atas alasan itulah, pemerintah memutuskan membangun Pusat Pelatihan Bahasa sebagai salah satu fasilitas di IPSC. SBY berharap keberadaannya dapat meningkatkan kemampuan bahasa asing, terutama Bahasa Inggris bagi para perwira.
"Kita berikan pusat bahasa agar siapapun yang ikuti ujian akan lulus. Baik taktik militer, bahasa maupun mengemudi," tandasnya.
Selain itu, SBY juga menceritakan beberapa kesulitan lainnya saat PBB memberi kesempatan kepada Indonesia mengirim pasukan penjaga perdamaian di Lebanon. Meski keberadaan pasukan tersebut merupakan usulan dari Indonesia, namun TNI belum memiliki peralatan maupun menyiapkan sejumlah pasukan yang diperlukan.
"Dulu memang kita kalang kabut. Usulan Indonesia diterima, maka di samping Panser Pindad, kita cepat membeli dari Prancis dan memobilisasi pasukan kita. Meski bisa tepat waktu, kita kerepotan menyiagakan pasukan kita," ungkap SBY .
Maka, dengan keberadaan IPSC, pasukan penjaga perdamaian dari Indonesia akan siap dikirimkan kapanpun waktunya. Apalagi, Indonesia juga akan menerjunkan pasukannya ke Suriah jika dimungkinkan.
"Kita punya stanby base, yang siap kapanpun dikirimkan. Saya sampaikan kepada PBB jika diperlukan mengirimkan Pasukan Garuda ke Suriah, kami siap," pungkasnya.
Baca juga:
Jokowi: Apa saya model orang yang gampang didikte?
SBY resmikan pusat pelatihan perdamaian dan keamanan di Sentul
Anas Urbaningrum serang balik SBY karena kesal
SBY ingatkan Jokowi tidak didikte, ini tanggapan PDIP
Demokrat bingung Bawaslu panggil SBY dan Mensesneg