SBY minta TNI/Polri jaga netralitas di Pemilu 2014
"Jangan diganggu semangat reformasi, terus lah mengukir semangat baru," kata SBY.
Di hadapan sejumlah perwira tinggi TNI/Polri, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) kembali menekankan pentingnya netralitas. Sebab, netralitas merupakan salah satu bagian dari reformasi ABRI sejak reformasi 1998 lalu.
"Netralitas TNI/Polri bukan hanya harapan saya, tapi juga harapan dari para elite politik, dan juga rakyat Indonesia. Setelah kita mengambil pelajaran dari Pemilu 2004 lalu, alhamdulillah Pemilu 2009 lalu netralitas TNI/Polri dapat diwujudkan," ujar SBY pada Rapat Pimpinan TNI/Polri di STIK, Kebayoran Lama, Jakarta, Kamis (9/1).
Sejak reformasi ABRI dijalankan, SBY memberikan penghargaan tinggi kepada para pimpinan TNI/Polri yang tidak terjun ke bidang politik selama menjalani tugasnya. SBY juga mengklaim menjadi salah satu pelaku yang turut terlibat dalam menyusun kerangka reformasi ABRI pada 15 tahun lalu.
Topik pilihan: Capres Jokowi | Konvensi Capres Demokrat
"Jangan diganggu semangat reformasi, terus lah mengukir semangat baru," lanjut SBY.
Tak hanya sekedar mengingatkan soal netralitas TNI/Polri di Pemilu 2014, SBY juga meminta agar para petinggi, pimpinan dua angkatan tersebut tidak sembarangan mengeluarkan pernyataan. Langkah ini diperlukan agar sikap yang diambil aparat keamanan tidak disalahartikan oleh masyarakat.
"Saya ingatkan, hati-hati dalam mengeluarkan statement, dan bertindak. Sebab bisa di salah persepsikan oleh kalangan masyarakat luas. Sekali lagi, saya minta saudara pimpinan TNI/Polri netral dalam pemilu 2014 ini," kata SBY.
Baca juga:
SBY ingin Pemilu 2014 semanis 2004 dan 2009
Kapolri siap amankan SBY sampai lengser tahun 2014
Ketua KPU pimpin rapat koordinasi tahapan kegiatan Pemilu 2014
KPU-POLRI bekerja sama tangkal serangan hacker saat Pemilu 2014
NasDem bantah Surya Paloh gunakan medianya untuk kampanye