SBY ingin Pemilu 2014 semanis 2004 dan 2009
Merdeka.com - Dalam hitungan bulan, rakyat Indonesia akan menghadapi pesta demokrasi lima tahunan atau Pemilu 2014. Hingar bingar politik pun diperkirakan semakin ketat, masing-masing parpol telah mempersiapkan diri demi meraih jumlah suara yang signifikan. Kondisi ini dinilai membawa kerawanan, terutama pihak-pihak yang saling berseberangan.
Atas alasan itu, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) meminta TNI/Polri tidak lengah menghadapi kerawanan yang mungkin saja terjadi. Karena itu, ia meminta agar aparat keamanan tidak sekedar menganggap enteng pelaksanaan Pemilihan Umum (Pemilu) 2014.
"Saya harus mengingatkan, militer dan kepolisian harus mengetahui, jangan lah melihat sesuatu sebagai sesuatu yang rutin. Kegiatan satu ke yang lain, apalagi pemilu itu bisa berbeda. Kita tidak boleh menganggap enteng walaupun kita juga tidak boleh berlebihan, over estimated," tegas SBY di depan perwira TNI/Polri di STIK, Kebayoran Baru, Jakarta, Kamis (9/1).
Intinya, SBY meminta seluruh aparat pengamanan tidak menganggapnya sebagai kegiatan rutin dalam menjalankan tugasnya nanti. Dia meminta agar pengamanan pemilu sebagai operasi tersendiri demi memastikan Pemilu 2014 berjalan aman, tertib dan lancar.
Topik pilihan: Capres Jokowi | Konvensi Capres Demokrat
Pada kesempatan itu, SBY mengajak seluruh komponen bangsa untuk sama-sama mencegah instabilitas kompetisi politik yang melebihi kepatutan. Hal ini pula yang menjadi tugas jajaran Polri sebagai penanggulangan gangguan kamtibmas.
Dalam melakukan penanggulangan gangguan kamtibmas tersebut, SBY meminta Polri melakukannya dengan mengutamakan pendekatan preventif. Pesan serupa juga diberikan kepada TNI untuk tetap siaga serta siap membantu jika kepolisian membutuhkan bantuan.
"Dalam mengemban tugas itu, cegah lah adanya korban, 2004,2009 manis indah saya juga berharap tahun ini juga begitu," pinta SBY.
(mdk/ian)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya