SBY ingatkan politik dunia semakin rapuh, ekonomi harus diperkuat
Perlunya menjaga situasi di laut China Selatan dan Semenanjung Korea agar tidak memanas.
Presiden ke-6 Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) memberikan pidato pembukaan konferensi internasional "In The Zone" dengan tema "Feeding The Zone" yang diselenggarakan oleh Foreign Policy Community of Indonesia (FPCI) bekerjasama dengan The Perth USAsia Centre di Djakarta Theatre, Jakarta, Sabtu (14/5).
Konferensi ini difokuskan membahas tantangan sektor agrikultur di kawasan Indo-Pasifik khususnya dalam memenuhi kebutuhan konsumen di tengah melonjaknya jumlah populasi. Dalam pidatonya, SBY menilai tahun ini akan menjadi tahun yang menantang bagi dunia, termasuk Indonesia.
"Politik dunia akan mengalami hal yang sama, sedikit rapuh. Kita pun dihadapkan dengan kondisi untuk menjaga laut China Selatan dan Semenanjung Korea agar tidak memanas. Ini mengingatkan kita bagaimana menjaga keamanan situasi politik di Asia pada saat ini," papar SBY.
Di sisi lain, lanjut SBY, banyak negara-negara yang sedang berjibaku untuk bisa memenuhi kebutuhan sumber dayanya. Terlebih negara-negara ASEAN. Indonesia diharapkan semakin aktif menjalin hubungan kerja sama dengan negara-negara tetangga, termasuk Australia.
"Kita harap pemilu yang digelar di beberapa negara yang ada di zona kita, seperti Filipina, Australia, bisa menambah kuat hubungan kerja sama regional kita dan menyebarkan kesejahteraan," imbuh SBY.
Di sektor ekonomi, SBY melihat, saat ini semua negara sedang berjuang menaikkan kinerja sektor ekonomi masing-masing yang sempat diguncang krisis global berkali-kali sejak tahun 2008.
"Ekonom dunia diharapkan mengalami kenaikan, meskipun sedikit. Tahun ini IMF memprediksikan keadaan ekonomi bergerak lambat untuk sekian lama dan mereka juga memprediksikan pertumbuhan ekonomi dunia mengalami penurunan dari 3,4 persen menjadi 3,2 persen. Mereka mengatakan, hal ini akan menjadi tren untuk sementara waktu," jelasnya.
Baca juga:
Populasi naik, SBY yakin pemerintah bisa penuhi kebutuhan pangan
Ketahanan pangan, SBY dorong kerja sama global
Mari Elka dorong kearifan lokal jadi solusi ketahanan pangan
Musim giling mundur, Kemendag akui stok gula nasional menyusut
JK: Banyak orang pikir dagang itu rugi, padahal banyak untungnya
Ekonomi setara negara maju, daya setrum RI kudu 1.000 watt/kapita